Ajang Pagelaran Seni dan Budaya, Taman Cut Meutia Kini Jadi Tempat Hiburan Warga Kota Bekasi

Umum1581 Dilihat

ProaksiNews, Bekasi – Taman Cut Meutia yang terletak di sekitaran Terminal Bekasi, yang dulu terlihat seram dan kumuh kini sudah berubah drastis. Bahkan saat ini, mulai terlihat bersih dan tertata rapi sehingga terkesan apik menarik.

Taman yang dulunya menjadi tempat nongkrongnya para tunawisma, suram dan menakutkan, kini sudah berubah menjadi tempat hiburan bagi masyarakat Kota Bekasi. Hal ini setelah Karang Taruna bersama para pegiat seni menjadikan taman tersebut sebagai ajang menyalurkan bakat dan pagelaran seni dan budaya.

Saat ini, bila malam hari kita berjalan ke Taman Cut Meutia, sudah terlihat bersih, rapi karena telah dirancang dengan elok. Tidak lagi menjadi tempat para PSK dan LGBT nongkrong, serta menjadi lokasi perjudian hingga peredaran narkoba.

Melalui tangan-tangan seniman muda Kota Bekasi dan komunitas musik, bekerjasama Karang Taruna Kelurahan Duren Jaya dan Kecamatan Bekasi Timur kerap menampilkan panggung musik dan seni di Taman dengan sebutan Musiman.

Melalui para seniman dan karang taruna ini, Taman Cut Meutia telah menjadi destinasi wisata lokal, dan sebagai ruang untuk apresiasi seni dan budaya, sesuai dengan jargon yang tertulis di salah satu tugu taman. Hal ini setelah kegiatan yang di beri nama “MUSIMAN” (Musik dan Seni di Taman) yang digagas Faisal Hasibuan, Willy, Andra dan Ikhsan.

Seniman Musiman saat melakukan aksi bermain musik.

Musiman ini adalah kegiatan seni dan musik yang disajikan kelompok atau komunitas yang ada di Kota Bekasi setiap harinya secara bergantian dan terakomodir, dan kegiatan ini sangat direspon baik oleh masyarakat sekitar. Sebab dengan adanya Musiman ini, dapat membantu meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat.

Faisal kepada ProaksiNews mengungkapkan, bahwa kegiatan Musiman ini sudah mulai dilaksanakan dengan menghadirkan para seniman Kota Bekasi. Para seniman dan komunitas musik inj kerap melaksanakan kegiatan yang menghibur warga.

Diungkapkan Faisal, saat ini pelaksanaan kegiatan MUSIMAN memang masih memiliki banyak kekurangan dari segi equipment. Hal ini karena keterbatasan para seniman dan komunitas musik serta karang taruna. Untuk itu pihaknya masih sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

“Kita masih memliki kekurangan, sehingga dukungan semua pihak diperlukan agar misi menjadikan Taman Cut Meutia sebagai taman tujuan wisata lokal dan ramah anak dapat terwujud dan berkembang dengan baik,” kata Faisal. Lukman.

Komentar