Aktivis Lingkungan Desak Penegak Hukum Segera Periksa Perusak Pantai Bengkok

Daerah297 Dilihat

ProaksiNews, Pandeglang – Porum aktivis Ujung Kulon mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH) dan dinas terkait segera melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap kerusakan Pantai Bengkok dan ekosistemnya.

Pasalnya, akibat adanya pengerukan pantai pada minggu lalu menggunakan alat berat excavator yang dilakukan oleh Dodo atas perintah bos pemilik vila, Pantai Bengkok yang berada di Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang Banten mengalami kerusakan.

Demikian diungkapkan anggota aktivis lingkungan Fz. Adima kepada ProaksiNews, Selasa (3/8/2021). Menurut Fz. Adima, pihaknya heran dan aneh kepada pemerintah yang cenderung apatis terhadap kerusakan pantai.

Ironisnya lagi, ungakapnya, hari ini 3 Agustus 2021 aparat penegak hukum dan dinas terkait, baik itu DKP, DLHK dan dinas terkait lainnnya belum melakukan pemeriksaan terhadap pelaku perusakan ekosistem dilaut bengkok atau mungkin adanya konfirasi.

“Kita bingung dan heran dengan adanya pembiaran aparat penegak hukum dan pihak DKP serta DLHK, padahal Pantai Bengkok sudah mengalami kerusakan. Ada apa ini?” ujarnya dengan nada bertanya.

Dikatakanya, jika hal demikian dibiarkan tanpa adanya proses hukum yang berlaku, ini akan berdampak buruk. Sebab, tidak menutup kemungkinan adanya perbuatan serupa dilakukan oknum ditempat lain.

Hal itu sangat beralasan, kata Fz. Adima menambahkan, karena perbuatan kerusakan pantai terus dibiarkan oleh pemerintah. Sehingga tidak ada jera bagi pelaku perusakan. Jangan sampai masyarakat yang akan ambil tindakan terhadap perbuatan perusakan lingkungan tersebut.

“Jika perusakan lingkungan ini dibiarkan, maka akan banyak muncul oknum perusak lingkungan lainnya akibat adanya pembiaran. Jangan samapai masyarakat turun tangan sendiri,” katanya dengan kecewa.

Sementara Satpol PP Kecamatan Sumur Maman saat di konfirmasi mengaku sudah mengetahui adanya kasus tersebut dan sudah melaporkan nya ke Kasat Pol PP kabupaten Pandeglang tetapi belum dapat surat perintah dari pimpinan untuk melakukan proses kelebih lanjut pungkasnya. Par.

Komentar