DPRD Pandeglang Study Banding di DPRD Kota Bekasi

Politik, Umum527 Dilihat

ProaksiNews, Bekasi – DPRD Kota Bekasi belum lama ini kembali mendapat kunjungan kerja. Kali ini, kunjungan kerja datang dari daerah Kota Pandeglang yang melakukan kunjungan kerja.

Dalam kunjungan kerja itu, DPRD Kota Pandeglang melakukan diskusi serta bertukar pikiran terkait rekrutmen kerja bidang P3K. Dan diterima di ruang aspirasi kantor DPRD Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jumat (16/4 2021).

Sebagaimana diketahui bahwa kunjungan kerja dilaksanakan oleh anggota DPRD pada suatu daerah adalah untuk memaksimalkan pengetahuan. Pada setiap kunjungan kerja diupayakan untuk menambah wawasan dan pengetahuan untuk mempercepat penyelesaian masalah serta kegiatan yang memansg sudah menjadi tugas dewan, terutama untuk mendukung dan mempercepat proses pembahasan rencana peraturan daerah (raperda) di setiao wilayah.

Anggota DPRD Kota Pandeglang dari Fraksi PAN, Chandra kepada ProaksiNews mengatakan, kedatangan pihaknya di Kota Bekasi untuk menjalankan tugas rutin, dan sudah beberapa kali datang kesini.

“Alhamdulillah, kali ini kita bisa bertemu dengan anggota DPRD Kota Bekasi,  ketua Komisi 1 dan disambut dengan baik oleh bang Abdul Rojak,” ujar Chandra.

Diungkapkan Chandra, pihaknya sangat memberikan apresiasi terkait rekrutmen kerja Kota Bekasi yang dinilai sudah sangat baik. Pihaknya berpendapat bahwa kinerja yang dilakukan terhadap TKK (Tenaga Kerja Kontrak) sudah sangat bagus dan sudah dimaksimalkan dengan baik.

“Kunjunga kerja ini dimaksudkan untuk mempelajari cara rekrutmen di Kota Bekasi, tentunya sesuai dengan asas keadilan serta sistem yang telah dibicarakan dan didiskusikan akan diterapkan Kota Pandeglang. Kami akan banyak melakukan kunjungan kerja ke kota lain untuk mempelajari sistemnya,” kata Chandra.

Tak hanya sampai disitu, ungkap Chandra menambahkan, terkait dengan permasalahan perekrutan tenaga kerja yang memang beberapa waktu lalu telah terjadi di Kota Bekasi. Dan hal-hal tersebut sudah seharusnya tidak terjadi lagi di era digitalisasi, karena memang semua sudah serba online dan semestinya yang menjadi prioritas adalah masyarakat yang sudah K2.

“Tentunya kawan-kawan wartawan terus dapat mengontrol akan hal ini, dan masyarakat harus terlibat langsung dalam proyeksi ini,” imbuhnya. Hans.

Komentar