Hemat Anggaran Miliaran, PT Pertamina EP Tambun Field Modifikasi Mesin Idle Bekas Jadi Magic Gas Compressor

Ekonomi & Bisnis386 Dilihat

ProaksiNews, Bekasi – Terobosan yang dilakukan PT Pertamina EP Tambun Field tampaknya perlu mendapat apresiasi dan menjadi contoh. Pasalnya, demi menghemat anggaran miliaran rupiah, perusahaan migas ini mampu melakukan inovasi yang cukup siknifikan.

Inovasi itu dilakukan PT Pertamina EP Tambun Field dengan memodifikasi mesin idle bekas, disulap menjadi MAGIC GAS COMPRESSOR. Sehingga bukan saja menghemat miliaran rupiah, hal ini juga mampu meningkatkan produksi gas sebesar 0,4 MMSCFD setara dengan Rp 4.290.144.000, serta Zero Flare di lapangan Tambun.

“Pertamina EP bangga terhadap PC Prove Magic Comp, Yang telah berhasil meningkatkan produksi Minyak dan Gas serta mengeliminasi gas buang yang terbakar, menjadi zero flare. Hal ini sejalan dengan arahan Top management Pertamina EP. Semangat berinovasi disaat Pandemi,” kata Wisnu Hindadari Asset 3 General Manager, Rabu (10/11/2021).

Asset 3 General Manager, Wisnu Hindadari menjelaskan, Wellhead Gas Compressor tersebut berfungsi untuk menyerap gas bertekanan rendah (20 Psi) menjadi gas bertekanan menengah (175 Psi), dan selain itu juga dapat menghasilkan Condensate sebanyak 10 bcpd dari proses kondensasi Gas, alat tersebut dinamakan “MAGIC COMP GAS THUMB“.

PT. Pertamina EP merupakan anak perusahaan PT. Pertamina (Persero) sekaligus kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) dibawah pengawasan SKK Migas. Lokasi kerja PT. Pertamina EP tersebar di seluruh Indonesia, salah satu unit bisnisnya adalah PT Pertamina EP Asset 3 Tambun Field yang selalu berusaha untuk menjaga ketersediaan pasokan minyak dan gas bumi.

“Ditengah masa Pandemi ini Pertamina EP Tambun Field yang memiliki wilayah kerja di kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang tetap beroperasi dengan menerapkan strategi dan protokoler kesehatan,” ujarnya.

Mesin idle bekas yang dimodifikasi menjadi MAGIC GAS COMPRESSOR.

Oleh karena itu, kata Wisnu menambahkan, untuk menjaga dan mempertahankan komitmen produksi minyak nasional, dalam pelaksanaan kegiatan operasionalnya Pertamina EP Tambun Field harus tetap memiliki kreatifitas dan Inovasi, karena tanpa hal tersebut perusahaan dapat tertinggal dari perusahaan lainya.

Sementara Ast Manager Production Operation Tambun Fleld, Isrianto Kurniawan yang didampingi Surface Facilities Engineering Advisor, Irwan Hariyanto menambahkan, Pertamina EP Tambun Field dalam hal ini sudah memberikan ruang kepada seluruh pekerja Tambun Field untuk melakukan Improvement dan Inovasi dan hasilnya sebuah produk inovasi yang dapat menguntungkan perusahaan, dalam memberikan inovasi haruslah dilandasi tiga hal penting didalamnya yaitu Applicability, Replicable, Adoptable.

Hal senada juga diungkapkan Manager Tambun Field, Krisna. Menurutnya, Field Tambun tetap berinovasi selama masa pandemi ini. Inovasi yang di banggakan adalah Inovasi Gugus PC Prove Magic Comp Gas Thumb, Tambun Field terdapat 3 Cluster Tambun yang memiliki fasilitas produksi pemisahan minyak dan Gas, diantaranya Cluster Tambun B, Cluster Tambun C dan Cluster Tambun U.

Dikatakanya, dalam setiap proses pemisahan minyak dan gas pasti terdapat Flare (fasilitas untuk membakar Gas buang/yang tidak terpakai) dikarenakan tekanan sumur tidak mampu menembus pipa jaringan terjadi tekanan balik (back pressure), tekanan sumur dialirkan ke Separator untuk memisahkan Minyak dan Gas namun untuk Gas nya tidak dapat dialirkan ke Stasiun Pengumpul sehingga gas dibakar pada area Ground Flare.

Inovasi tersebut mampu mencegah Non Production Time (NPT) pada Artificial lift ESP (Electric Submersible Pump), yang dikarenakan terjadinya Gas lock (Gas terhambat) sehingga gas dapat dimanfaatkan dan dijual ke konsumen gas.

PC Prove Magic Comp Gas Thumb menciptakan sebuah inovasi yakni dengan memodifikasi Mesin Idle (bekas) dikoneksikan terhadap Elmot (Electro motor sebagai prime mover/penggerak) dipadukan dengan bejana tekan (vessel) serta instalasi pipa, sehingga dapat memompakan Gas dari tekanan rendah (20 Psi) dikompresikan oleh mesin yang sudah dimodifikasi menjadi tekanan menengah (175 Psi), sehingga emisi gas buang yang biasanya terbakar di area Cluster menjadi tidak ada gas terbakar (Zero Flare) dialirkan ke Stasiun Pengumpul Tambun.

Selanjutnya didistribusikan ke konsumen gas diantaranya PT. BBWM (BUMD milik Kabupaten Bekasi), PT. PJB Muaratawar, dan PT. Pertagas. Adapun profit yang didapat dalam implementasi alat MAGIC GAS COMPRESSOR peningkatan produksi gas sebesar 0,4 MMSCFD setara dengan Rp 4.290.144.000.

Inovasi PC Prove Magic Comp terhitung dari bulan November 2020 sampai dengan saat ini masih beroperasi normal dengan rata-rata Flow Rate Gas sebesar 0,4 MMSCFD. Cha.

Komentar