Himbauan Disiplin Prokes dan Vaksinasi Demi Antisipasi Kasus Penularan Covid-19 

Umum376 Dilihat

ProaksiNews, Cikarang – Saat ini, pemerintah gencar memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Himbauan untuk disiplin prokes tersebut digaungkan pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Hal tersebut mulai kembali digaungkan pemerintah, demi mengantisipasi terjadinya  peningkatan kasus paparan Covid-19 di tengah masyarakat. Apalagi, masyarakat kini mulai tampak mulai kendor dalam menerapkan Prokes. Padahal, kedisiplinan dalam menerapkan Prokes dengan 5 M merupakan hal yang sangat utama dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

Selain disiplin menerapkan Prokes, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang saat ini gencar dilaksanakan pemerintah juga menjadi hal yang sangat penting, agar bisa terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity) ditengah masyarakat.

Dan kini, demi terputusnya mata rantai penularan Covid-19, pemerintah pada tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 akan memberlakukan status PPKM Level secara nasional. Hal itu semata-mata dilakukan pemerintah, demi menghindari dan mengantisipasi meningkatnya kasus Covid-19.

Hal itu seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, yang saat ini gencar melakukan himbauan kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan Prokes dengan 5 M dalam setiap aktifitasnya. Himbauan itu dilakukan pemerintah, baik di pasar maupun di pusat keramaian lainnya.

Seperti yang dilakukan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Akhmad Marjuki yang memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes), meskipun saat ini Kabupaten Bekasi statusnya PPKM level 1.

Menurut Plt Bupati, saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir, sehingga penerapan prokes jangan kendor. Sebab, pencegahan dari paparan Covid-19 menjadi paling utama.

“Saat ini pandemi belum berakhir, jangan kendor prokes. Sebab iitu tetap menjadi hal yang paling utama dalam pencegahan penyebaran Covid-19,” ujar Plt Bupati Bekasi.

Dikatakan Marjuki, pencegahan penularan Covid-19 tentunya tanggung jawab pemerintah, akan tetapi perlunya gotong royong juga seluruh pihak, termasuk seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu, kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi yang utama.

Plt Bupati menambahkan,  kedisiplinan masyarakat menerapkan prokes sejauh ini cukup berhasil dalam membantu upaya penanganan pandemi. Hal itu terlihat dari penurunan angka kasus aktif, hingga kenaikan jumlah ketersediaan fasilitas isolasi terpusat.

Himbauan Prokes juga dilakukan Koramil 13/Kedungwaringin di Pasar Bojong, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten BekasiSosialisasi prokes itu dilakukan bersama petugas UPTD Pasar Bojong dan BKO Yonmek201/JY.

Menurut Babinsa Koramil 13/Kedungwaringin, Kodim 0509/Kab Bekasi, Kopka Samsudin mengungkapkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan himbauan menerapkan prokes, meskipun saat ini pandemi Covid-19 mulai mereda dan angka kasusnya juga sudah menurun.

Dikatakan Kopka Samsudin, hambauan dan sosialisasi tersebut kerap dilakukan pihaknya, baik di pasar maupun di permukiman warga. Hal itu agar masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan prokes.

Begitu juga Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Henri Lincoln, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan himbauan  disiplin prokes kepada masyarakat, hal ini sebagai upaya menekan angka Covid-19.

Sosialisasi tersebut, ucap Henri, akan dibarengi dengan melakukan pengawasan terhadap mereka yang melanggar prokes.

“Seperti yang kami lakukan beberapa hari ini dengan mengecek tempat yang sering dijadikan masyarakat untuk berkerumun, itu dilakukan imbauan agar kembali ke rumah masing-masing. Jangan berkerumun. Kemudian masyarakat yang tidak mengenakan masker, kami edukasi bahwa masker ini sangat penting,” katanya.

Henri menambahkan, upaya pencegahan lainnya, yakni terus melakukan vaksinasi dengan gencar. Pola vaksinasi kali ini, tidak lagi dilakukan secara sentral namun mikro masif.

“Jadi vaksinasi tidak di satu tempat tapi disebar hingga ke titik-titik kecil, sampai tingkat RT tapi dilakukannya secara masif. Dengan begini masyarakat tidak perlu jauh untuk vaksin, karena ada di sekitar rumahnya,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil data di lapangan, vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Bekasi telah menyentuh hampir 90 persen. Sedangkan untuk dosis kedua telah lebih dari 50 persen.

Diharapkan, dengan sejumlah langkah ini, pihaknya meyakini kasus aktif Covid-19 akan tetap terkendali.

Untuk itu, mari kita secara bersama menerapkan disiplin prokes, sehingga kasus paparan Covid-19 tidak lagi meningkat. Dan Covid-19 bisa segera hengkang dari kehidupan kita. Cha.

Komentar