Kadisdik Pemprov Jabar, Dedi Supandi: Tagline PPDB 2021, Sekolah di Mana Saja Sama

Pendidikan320 Dilihat

ProaksiNews, Bekasi – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi lakukan kunjungan kerja kebeberapa daerah di sekitar Bodetabek. Kunjungan tersebut dilakukan pada Sekolah Menengah Atas yang ada di Bogor, Depok, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, Jumat (11/06/2021).

Saat kunjungan di Kabupaten Bekasi, Dedi Supandi yang didampingi kepala Cabang Dinas (KCD), DR Asep Sudharsono, S.Pdm dan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Didi Rosidi, S.Pd memantau pelaksanaan PPDB pada tingkat SMA di SMAN 5 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Kadisdik Pemprov Jabar juga meninjau persiapan pembelajaran tatap muka, namun tetap mengacu kepada keadaan dan situasi yang ada di dalam suatu area.

“Kita akan melaksanakan pembelajaran tatap muka, namun akan tunduk kepada aturan yang diberikan oleh kepala daerah dimana sekolah berada,” ujar Dedi.

Dedi Supandi menambahkan, pada penerimaan siswa tahun ajaran ini, Disdik Pemprov Jabar memiliki tagline PPDB, yaitu sekolah dimana saja sama.

Berbeda dibandingkan dengan tahun lalu, ungkap Dedi menambahkan, tahun ini sekolah swasta pun diikutkan dalam jalur PPDB. Kemudian Kepala KCD adalah ketua PPDB di wilayahnya. Maksudnya adalah ketika ada sesuatu masalah atau ada hal yang segera diselesaikan,  maka dapat diselesaikan di tingkat Cabang Dinas, tak perlu lagi ditingkatkan Disdik Provinsi.

“Dalam PPDB tahun ini, tahap pertama adalah Jalur Prestasi Raport, afirmasi dan perpindahan orang tua. Saat ini pelaksanaan sedang berlangsung, dan akan diumumkan tanggal 21 Juni 2021. Sedangkan tahap 2, yaitu Zonasi yang berlangsung pendaftaran mulai 25 Juni 2021 hingga 01 Juli 2021,” ujar Dedi.

Dikatakan Dedi Supandi, bahwa selama ini ada beberapa keluhan yang ditemukan ketika melakukan sidak/kunjungan/pemantauan langsung. Keluhan anatara lain saat PPDB jalur prestasi raport, banyak orangtua khawatir anaknya tidak diterima di sekolah negeri. Padahal tahun ini tidak ada batasan peringkat nilai, sebab masih ada Verifikasi yang akan dilaksanakan setelah pendaftaran ditutup.

Menurut Kadisdik, dalam PPDB tahun ini, quota siswa sebanyak 717.000 yang dibagi dalam 2 tahap penerimaan. Kemudian jumlah sekolah di Jawa Barat 4966, Terdiri dari Sekolah Negeri 835, Sekolah Swasta 4146.

“Kalau dilihat dari lulusan SMPN dan Swasta, maka daya tampung SMAN/SMKN hanya sebesar 41.2 Persen, sisanya akan masuk di sekolah swasta,” ungkapnya.

Ditambahkan Dedi, apabila nanti ditemukan ada siswa yang tidak mampu, namun sekolah di swasta itu tak masalah, karena Pemprov juga sudah membantu pihak swasta dengan mencairkan bantuan pendidikan menengah universal (BPMU) dan KITM. Besarnya adalah KITM sebesar 2 jt/tahun/siswa, BPMU sebesar Rp 700.000/tahun/siswa.

Menanggapi pertanyaan wartawan apa strategi yang dimiliki oleh Kadinas Pendidikan Pemprov Jabar bagaimana meningkatkan kemampuan dan kwalitas anak didik di Jawa Barat, Dedi Supandi mengatakan bahwa Jabar memiliki strategi khusus bagaimana meningkatkan SDM unggul. Apalagi saat ini tingkat pengangguran sangat banyak. Nah, bagaimana nantinya lulusan SMK ini bisa mengisi lapangan pekerjaan dengan Skill yang didapat di Sekolah.

Senada dengan Kadisdik Prov Jawa Barat kepala Cabang Dinas (KCD) DR.Asep Sudharsono,S.Pdm mengatakan, akan melakukan evaluasi kepada para pendaftar dan juga kepada sekolah sekolah tertentu yang memberikan nilai raport tinggi tinggi, padahal sekolah tersebut Akreditasinya kategori C. Nah hal seperti ini akan kita validasi dan ini akan kita selidiki karena kasus ini sudah masuk ke kita.

Menurut Kepala KCD, perlu waktu untuk melakukan validasi agar semua bisa berjalan dengan baik dan semua pihak dapat menerimanya.

Sementara Ketua MKKS, Didi Rosidi S.Pd mengatakan, pihaknya sangat bangga dan bersyukur diawal masa kepemimpinannya sebagai ketua MKKS Kabupaten Bekasi kedatangan tamu untuk monitoring, yaitu kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jabar.

“Beliau sangat apresiasi sekali dengan SMAN 5 Tambun Selatan,” ucapnya.

Didi Rosidi berharap, untuk kedepannya akan terjalin hubungan yang baik antara sekolah dan sejumlah pihak. Dan memohon doanya, sehingga melaksanakan tugasnya sebagai ketua MKKS dengan baik dan amanah.

“Mohon doa dari teman-teman, agar saya bisa melaksanakan tugas dengan amanah,” ujarnya. bet/cha.

Komentar