Kapolri Ungkap Peran Pasutri Bomber Gereja Katedral Makassar

Nasional313 Dilihat

ProaksiNews, Jakarta – Bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral, Makassar, Minggu (28/3/2021) pagi. Akibat bom bunuh diri tersebut pelaku tewas di lokasi kejadian, sementara 20 warga sipil mengalami luka-luka.

Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Senin (29/3/2021) mengungkapkan, bomber Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) merupakan pasangan suami istri (pasutri).

Pasutri bomber Gereja Katedral ini, berinisial L dan YSM. Dan dikenal sebagai kelompok Jamaah a Daulah (JAD) Kajian Villa Mutiara.

Hingga saat ini, Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap 5 terduga teroris kelompok JAD Kajian Villa Mutiara, pascakejadian bom Gereja Katedral Makassar.

“Masing-masing perannya bersama dengan L dan YSM, mereka ada dalam satu kelompok Kajian Villa Mutiara namanya,” ucap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mapolda Sulsel.

Kapolri menuturkan kelompok JAD Kajian Villa Mutiara ini memberikan doktrin jihad. Tak hanya itu, merekapun mempersiapkan rencana jihad.

“Di mana masing-masing memiliki peran untuk memberi doktrin dan mempersiapkan rencana untuk jihad,” jelas Kapolri.

Kapolri menambahkan, kelompok JAD Kajian Villa Mutiara juga membeli bahan-bahan peledak untuk aksi bom bunuh diri.

“Dan juga berperan membeli bahan yang akan digunakan sebagai alat untuk melakukan bom bunuh diri,” sambung dia. H.Oji/hms.

Komentar