Kasus Penganiayaan Wartawan di Karawang, Zaidun Ubid: Tangkap Segera Pelaku

Umum24 views

ProaksiNews, Bekasi – Kasus penculikan dan penganiayaan dua wartawan berita online di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat oleh diduga dilakukan oknum Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang mendapat perhatian banyak pihak.

Bahkan, para penggiat dan organisasi wartawan melakukan aksi unjuk rasa, dan mengutuk dan mengecam keras tindakan oknum pelaku penculikan dan penganiayaan yang dianggap sudah diluar batas.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO I) Provinsi Jawa Barat, Zaidun Ubid, BA. Menurut Zaidun, pihak IWO Indonesia mengecam dan mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh oknum pejabat pelaku tersebut.

“Pejabat tersebut buta hukum, bahwa Wartawan dalam melaksanakan tugas journalist dilindungi oleh Undang Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999,” ujarnya.

Dikatakan Zaidun, perlu dipahami oleh para oknum pejabat, stakeholder bahwa wartawan sesuai dengan Undang Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 sebagai dasar hukumnya bahwa wartawan mempunyai hak mencari, memperoleh,dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Diungkapkan Zaidun, dalam Undang Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 Pasal 18 Ayat (1) menyatakan, bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 Ayat (2) berbunyi terhadap Pers Nasional tidak dikenakan Penyensoran, Pembredelan, atau pelanggaran Penyiaran.

Lalu dalam Undang Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 Pasal 4 Ayat (3) itu, kata Zaidun menambahkan, jelas ada berbunyi untuk menjamin kemerdekaan pers, Pers Nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi dan Ayat (4) berbunyi dalam mempertanggung jawabkan pemberitaan didepan hukum, wartawan mempunyai hak tolak.

”Ancaman pelaku menghalang halangi tugas wartawan dipidana kurungan paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,. (Lima ratus juta rupiah),” tegasnya

Atas peristiwa itu, Zaidun Ubid meminta pelaku aksi kekerasan terhadap wartawan segera ditangkap lalu diproses secara hukum sesuai UU Pers no 40 tahun 1999. Dan harus juga diberlakukan pasal berlapis yang terkait dengan pasal penganiayaan, agar kejadian serupa tidak terulang kembali, serta ada efek jera.

“Mari kita kawal bersama. Dan kita mendesak penegak hukum segera menangkap terhadap oknum yang melakukan kekerasan terhadap insan Pers. Pasal berlapis juga perlu diterapkan, agar ada efek jera dan kejadian tidak terulang,” imbuh.

Diungkapkannya Zaidun, dari pemberitaan yang beredar, bahwa penganiayaan dan penculikan terhadap dua orang insan pers Kabupaten Karawang sudah keterlaluan, diantaranya berupa memaksa memberikan minuman keras, juga dipaksa meminum air kencing, perbuatan itu sudah sangat diluar batas kemanusiaan.

Penganiayaan oleh oknum pejabat Kabupaten Karawang itu, ungkap Zaidun, sudah sangat menodai dan memalukan korpri. Apalagi pelaku merupakan publik figur, seharusnya bisa berperilaku bijaksana dan baik, bukan sebaliknya malah memiliki sikap arogan bak preman.

“Apabila Polres Karawang tidak juga segera menangkap oknum pelaku, Kami mendesak Polda Jawa Barat segera mengambil alih dan menangkap pelaku kekerasan terhadap Wartawan,” tegasnya. Man.

Komentar