Kasus Penyuntikan Vaksin Kosong Siswa SD, Bobby Nasution: Semua Yang Terlibat Harus Bertanggungjawab

Umum542 Dilihat

ProaksiNews, Medan – Kasus penyuntikan vaksinasi Covid-19 yang tidak ada isinya (kosong) terhadap siswa SD Wahidin, Kecamatan Medan Labuhan membuat Wali Kota Medan, Bobby Nasution berang dan kecewa atas kinerja petugas vaksinator.

Bobby Nasution juga sangat menyayangkan atas terjadinya penyuntikan vaksinasi Covid-19 kosong tersebut. Terlebih, Pemerintah Kota (Pemko) Medan saat ini sedang serius melaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6 hingga 11 tahun sebagai upaya memutus penularan Covid-19 di Kota Medan.

Wali Kota Medan ini menegaskan, semua pihak harus bertanggung jawab, baik itu perawat yang melakukan penyuntikan, dokter maupun penanggungjawab pelaksana kegiatan vaksinasi tersebut.

“Saya kecewa dan menyayangkan kejadian ini. Semua yang terlibat dalam kegiatan vaksinasi tersebut harus bertanggungjawab,” ujar Bobby.

Dikatakan Bobby Nasution, pasca beredarnya video viral vaksin yang kosong ini, pihaknya telah menanyakan langsung kepada Kadis Kesehatan Kota Medan Taufik Ririansyah. Ternyata tidak ada puskesmas maupun pegawai dari Pemko Medan yang terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi tersebut.

Jika vaksinasi itu dilakukan Pemko Medan, kami wajib bertanggungjawab sebagai penanggungjawab pelaksana vaksinasi,” kata Bobby Nasution dalam doorstop dengan wartawan di Balai Kota Medan, Jumat (21/1/2022).

Oleh karenanya, Bobby meminta, selain perawat dan dokter, penanggungjawab pelaksana vaksinasi juga harus bertanggungjawab atas peristiwa tersebut. Sebab, jika vaksin itu kosong, maka vaksin yang telah disediakan tersebut raib kemana.

“Itu harus dijelaskan dengan baik. Jadi penanggung jawab kegiatan harus ikut bertanggungjawab. Ini yang kami sarankan,” ungkapnya dengan tegas.

Orang nomor satu di Pemko Medan itu menambahkan, saat ini para perawat dan dokter sedang menjalani pemeriksaan di Polresta Pelabuhan Belawan.

“Saya juga sudah berkomunikasi dengan Bapak Kapolda Sumut untuk benar-benar melihat bagaimana pemeriksaan ini berjalan dengan selurus-lurusnya. Disamping itu, kami juga sudah berkomunikasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI) untuk memberikan masukan dan pandangan apa sebenarnya yang dilihat secara visual dalam video,” bebernya.

“Dan kira-kira, sanksi apa yang akan diberikan, baik dari pihak berwajib maupun sanksi yang akan dijatuhkan IDI serta PDUI. Itu sudah kita komunikasikan,” imbuhnya.

Bobby juga mengungkapkan, berdasarkan info yang diperoleh, anak yang disuntikkan itu tiga bersaudara. Dua orang mengaku pegal-pegal setelah dilakukan penyuntikan vaksin, artinya efek dari vaksin yang disuntikkan masuk.

Sedangkan satu anak lagi yang didalam video viral itu, ungkap Bobby, anak tersebut mengaku tidak merasa pegal-pegal, mungkin karena ada indikasi vaksin yang disuntik tidak masuk (kosong). “Ini masih diperiksa terus,” paparnya.

Terkait pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun, Bobby menjelaskan, Pemko Medan bersama unsur Forkopimda serta seluruh instansi dan stakeholder yang ada di Kota Medan sudah sepakat untuk melaksanakannya dengan target 14 hari masa sekolah.

“Jadi kita sudah bagi-bagi tugas untuk melaksanakan vaksinasi di sekolah Kota Medan, baik negeri maupun swasta,” kata Bobby.

Dilakukannya vaksinasi di sekolah, jelas Bobby, agar para orang tua bisamemantau dan melihat langsung kegiatan vaksinasi yang dilakukan. Sebab, tujuan vaksinasi yang dilakukan untuk kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Disamping itu, ungkap Bobby menambahkan, Kota Medan saat ini sudah berada di Level 1. Sehingga kegiatan belajar mengajarnya sudah bisa dilakukan lebih fleksibel lagi.

“Saya sudah katakan, Minggu depan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk anak-anak kita di SD sudah bisa dilakukan,” ucapnya.

Pelaksanaan PTM untuk siswa SD, terang Bobby, sama seperti yang awal dilakukannya PTM terhadap siswa SMP. Dikatakannya, PTM akan diprioritaskan bagi siswa yang telah mengikuti vaksin.

“Metode PTM yang dilakukan sama seperti siswa SMP, ini sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan,” pungkasnya. Tom.

Komentar