Kerjasama RS Bhakti Kartini, Pemkot Bekasi Hadirkan LAB BSL 2+WHO Pertama di Jawa Barat

Nasional315 Dilihat

ProaksiNews, Bekasi – Dalam upaya pencegahan pandemi Covid-19 di Kota Bekasi, kini telah hadir Laboratorium Biomokuler Standar WHO (World Health Organization)/Badan Kesehatan Dunia) yang pertama di Jawa Barat di Islamic Center Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi, H. Rahmat Effendi berkesempatan meninjau langsung keberadaan laboratorium, Selasa, (9/2/2021), usai melakukan pertemuan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi. Pendirian laboratorium tersebut merupakan kerja sama Pemerintah Kota Bekasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Rumah Sakit Bhakti Kartini.

“kami mengapresiasi kepada mereka yang turut berpartisipasi dalam pendirian laboratorium Biomukuler ini yang pada prinsipnya adalah upaya antisipasi terhadap kejadian luar biasa harus kita tanggulangi dan baru pertama kali hadir di kota Bekasi,” kata Rahmat Effendi.

Sementara owner RS Bhakti Kartini, Muhammad Ikhsan Nurjamil mengatakan, laboratorium biomokuler berstandar bio safety laboratorium level 2 plus (BSL 2+)WHO merupakan yang pertama di Jawa Barat.

Laboratorium ini nantinya bukan hanya untuk pemeriksaan seperti virus Covid-19 saja. Namun, bisa juga berkembang digunakan untuk pemeriksaan bio mukuler yang lain, misalnya penanda tumor, Mars, HIV, Hepatitis, TBC dan lain-lainya.

Nurjami berharap, dengan broperasinya laboratorium berstandar WHO ini akan terjadi percepatan tracing atau penelusuran dari penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi. Apalagi kapasitas pemeriksaan sampel di laboratorium biomolkuler Islamic Center mampu menampung 1.200 perhari.

Seehingga setiap satu alat PCR di lab ini, mampu memeriksa per sampel maksimal  6 jam dengan dua alat yang dimiliki apabila dioperasionalkan secara full 24 jam bisa dilakukan tiga sesi, terangnya.

Wali Kota Bekasi menambahkan, melihat kondisi dalam laboratorium yang sesuai dengan standar WHO ini adalah upaya dari pencegahan pandemi covid-19 di kota Bekasi yang langsung bisa menguji 1200 test setiap harinya.

Rahmat Effendi mengungkapkan, tambahan untuk bekerja sama terus bergulir baik dari pihak swasta dan pemerintah yang juga memiliki labkesda RSUD, Labkesda Dinkes dan kontainer test untuk uji secara cepat hasil dari sweb yang dilakukan oleh warga. Hans/ADV Humas.

Komentar