Kunjungan Perdana ke Muaragembong, Ini Langkah Strategis Pj Bupati Bekasi Bangun Pesisir Utara

Umum406 Dilihat

ProaksiNews, Cikarang – Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan melakukan kunjungan perdananya ke Kecamatan Muaragembong. Dalam kunjungan tersebut, Pj Bupati memiliki langkah strategis dalam membangun pesisir utara Kabupaten Bekasi.

Kunjungan Pj Bupati Bekasi di wilayah pesisir utara Kabupaten Bekasi itu dilakukan, Sabtu (21/8/2021). Dalam kunjungan pertamanya itu, Dani Ramdan didampingi pejabat terkait, dan meninjau rencana  lokasi pembangunan Jalan Utara Muaragembong sepanjang 40 km di Kampung Muarajaya Desa Pantaimekar.

Pada kesempatan itu, Pj Bupati Bekasi juga mengunjungi hutan mangrove dan rumah warga yang terdampak abrasi di Desa Pantaimekar serta meninjau Kawasan Konservasi Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) di Desa Pantai Bahagia. Lutung Jawa merupakan satwa endemik Indonesia yang terancam punah dan dilindungi undang-undang.

Selain melihat berbagai upaya perbaikan lingkungan yang tengah dilakukan, Pj Bupati juga sempat melakukan dialog langsung dengan sejumlah masyarakat.

Menurut Dani Ramdan, permasalahan di Muaragembong memang sangat kompleks. Namun pada intinya bermuara pada permasalahan status lahan yang berdasarkan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Bekasi tahun 2011, sebagian besar area yang ditempati penduduk untuk bermukim dan berbudidaya saat ini merupakan kawasan lindung.

“Karena itu kunci penyelesaian masalah di sana adalah penyesuaian RTRW Kabupaten Bekasi. Namun prosesnya bisa memakan waktu dan prosedur yang panjang, karena hampir semua kewenangan perubahan pemanfaatan ruangnya merupakan kewenangan berbagai instansi pusat,” ujarnya.

Dani menjelaskan, Pemkab Bekasi untuk jangka pendek ini akan meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai instansi pusat pemegang otoritas wilayah kehutanan, seperti Perhutani dan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Menurut Pj Bupati, pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan Kementerian Perikanan dan Kelautan serta BBWS Citarum dan Ciliwung, yang memiliki ororitas pengelolaan daerah aliran sungai, untuk bisa diijinkan melakukan intervensi program dan infrastruktur dasar.

“Meskipun penyesuaian rencana pemanfaatan ruangnya masih sedang berproses, namun akan mrlakukan kotdinasi dengan pihak kementerian,” bebernya.

Dikatakan Dani, langkah strategis lainnya, tahun ini Kecamatan Muara Gembong akan menjadi percontohan implementasi program “Data Desa Presisi” yang akan menjadi embrio pengembangan Big Data Desa Kabupaten Bekasi.

“Big Data ini akan menjadi basis data dalam penyusunan kebijakan pembangunan yg lebih komprehensif,¬† ilmiah dan akuntabel,” imbuhnya. Cha.

Komentar