Menempati Rumah Tidak Layak Huni, Ibu Isah Harapkan Bantuan

Daerah286 Dilihat

ProaksiNews, Pandeglang – Sungguh getir kehidupan yang dijalani Ibu Isah, warga Kampung Sumur Adem, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Betapa tidak, Ibu yang berusia 45 tahun ini harus tinggal di gubuk reot yang tidak layak huni.

Kemiskinan membuat ibu Isah ini harus tinggal bersama dua anaknya yang masih SMP dan SD di gubuk yang atapnya terbuat dari alang-alang yang sudah lapuk termakan usia. Bahkan, gubuk tersebut dapurnya sudah tidak terlihat lagi karena atapnya sudah tidak ada, sehingga terlihat kondisinya sangat memprihatinkan.

Ironisnya lagi, saat hujan turun, air pun langsung masuk ke dalam gubuknya.
Sementara dinding rumahnya, terlihat sudah banyak yang berlubang, hal ini membuat udara dingin malam hari sangat terasa di tubuh.

Rapuhnya material gubuk tempat tinggal Ibu Isah tersebut, membuat kondisi tempat tinggal ibu Isah, nyaris tanpa dinding. Adapun dua lembar gedek dan beberapa papan berukuran kecil yang telah lapuk ditempel menjadi dinding darurat.

Dan kondisi perekonomian yang serba kekurangan, menambah prihatinnya kehidupan Ibu. Apalagi, suaminya yang sakit kini telah meninggal dunia seminggu yang lalu, akibat tidak bisa dibawa ke rumah sakit untuk berobat dan mendapat pertolongan medis. Sehingga lenkap sudah penderitaan yang dialami ibu Isah.

Pengakuan Ibu Isah kepada ProaksiNews, Selasa (1/6/2021), dirinya memiliki enam orang anak. Namun empat orang anaknya sudah berumah tangga, karena hidupnya juga sangat terbatas, sehingga hanya bisa membantu sekedar makan sehari-hari Ibu Isah dan dua adiknya.

“Saya punya 6 anak, namun 4 orang sudah berumah tangga. Jadi anak yang sudah berumahtangga itu membantu makan setiap harinya,” ujar Ibu Isah.

Kini Ibu Isah hanya berharap bantuan dari pemerintah maupun para dermawan untuk bisa memperbaiki rumahnya. Sebab sudah tidak mampu lagi untuk bekerja mencari uang untuk memperbaiki rumah.

“Saya hanya berharap pemerintah dan uluran tangan para dermawan untuk bisa membantu memperbaiki rumah,” ungkapnya penuh harap.

Kepala Desa Sumber Jaya, Siti Wahyuni saat dikonfirmasi ProaksiNews melalui telepon WhatsApp sedang tidak aktif. Par.

Komentar