Naikan Tarif Air, PDAM TB Dituding Kelabui KPM 

Umum285 Dilihat

ProNews, Kab Bekasi – PDAM Tirta Bhagasasi dituding telah mengelabui Bupati dan Walikota Bekasi selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM). Pasalnya, pihak PDAM TB melakukan kenaikan tarif air tanpa ada rekomendasi dari forum pelanggan.

Demikian diungkapkan, Usman Ketua Forum Pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi, Minggu (8/11/2020). Usman mengungkapkan, semua proses yang berkaitan dengan kenaikan tarif, salah satunya adalah rekomendasi dari forum pelanggan. Namun ironisnya, tahapan tersebut tidak dilakukan oleh Direksi PDAM.

“PDAM harusnya meminta rekom terlebih dahulu kepada forum pelanggan. Forum melakukan quisioner kajian. Apakah layak atau tidak kenaikan tarif, tapi ini tidak dilakukan oleh Direksi. Dilangkahi semua oleh PDAM,” ujar Usman.

Dikatakan Usman, hingga saat ini, kenaikan tarif PDAM Tirta Bhagasasi sudah ditandatangani oleh KPM (Bupati dan Walikota). PDAM Tirta Bhagasasi sudah membentuk tim kenaikan tarif.

“Tapi PDAM telah mengelabui KPM, seolah-olah semua proses termasuk rekomendasi dari Forum Pelanggan sudah dilakukan,” katanya.

Ketua Forum pelanggan ini menambahkan, perlu diketahui, untuk menainkan tarif itu harus ada kajian. Sama halnya dengan pengangkatan kembali Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi oleh KPM. Apalagi untuk periode ketiga. Dimana harus ada pertimbangan pengecualian, salah satunya adalah prestasi.

Menurutnya Usman, pada salah satu perumahan yang ada di Tarumajaya. Selama tiga tahun pelanggan tidak pernah mendapatkan distribusi air.

“Mereka hanya mendapatkan tangki, namun tetap membayar abudemen sebesar Rp.63 ribu perbulan. Apakah ini prestasi Direktur Utama? Dan apakah ini bisa menjadi acuan untuk menaikan tarif?” Ungkap Usman dengan nada bertanya.

Menurut Usman, dengan begitu banyaknya persoalan yang ada tersebut, Usep Rahman Salim selaku Direktur Utama PDAM TB itu sudah gagal diperiode keduanya. Sehingga perpanjangan jabatannya menjadi tanda tanya. H. Oji/cha.

Komentar