Perpanjangan PPKM dan Disiplin Prokes Jadi Kunci Keberhasilan Melawan Covid-19

Nasional376 Dilihat

ProaksiNews, Kab Bekasi – Saat ini, perpanjangan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah dilakukan oleh pemerintah, bahkan kini PPKM sudah memasuki level 4.

Perpanjangan PPKM ini diberlakukan pemerintah, demi menekan penyebaran Covid-19 yang beberapa pekan sebelumnya sangat tinggi disejumlah wilayah. Kebijakan tersebut diambil pemerintah, tentunya demi melindungi masyarakat dari Covid-19 yang telah bermutasi hingga mengakibatkan banyak korban jiwa.

Kebijakan itu seperti diutarakan Presiden Joko Widodo yang telah memutuskan untuk melanjutkan penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 dari tanggal 26 Juli hingga tanggal 2 Agustus 2021.

Perpanjang tersebut diambil setelah Presiden dan jajarannya mempertimbangkan sejumlah hal, baik aspek kesehatan, aspek ekonomi, hingga dinamika sosial.

“Dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi, dan dinamika sosial, saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari tanggal 26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021. Namun, kita akan melakukan beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang dilakukan secara bertahap dengan pelaksanaan yang ekstra hati-hati,” ujar Presiden saat menyampaikan keterangan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu, 25 Juli 2021.

Tentu saja, semua pihak harus mendukung keputusan pemerintah dalam perpanjangan PPKM. Sebab, keputusan pemerintah tersebut dilakukan dengan melakukan sejumlah pertimbangan, demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Selaras dengan keputusan pemerintah pusat, pihak pemerintah daerah juga mulai memberlakukan PPKM Level 4 di wilayahnya masing-masing. Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan mengeluarkan Surat Edaran PPKM Level 4, mulai tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

Surat Edaran yang ditandatangani oleh Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan tersebut sebagai tindak lanjut dari Instruksi Mendagri No. 24 tahun 2021 tentang PPKM Level-4 dan Level-3 di Pulau Jawa dan Bali dan Instruksi Bupati No. 17 tahun 2021 tentang Covid-19 di Kabupaten Bekasi.

Bahkan demi suksesnya menekan penyebaran Covid-19, Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan meminta semua dinas yang ada di Kabupaten Bekasi agar memiliki peran untuk bertanggungjawab dalam menurunkan penyebaran Covid-19.

Pj Bupati berharap semua ASN dilingkungan SKPD Kabupaten Bekasi bisa menempatkan posisinya sebagai Dinas Kesehatan di Kabupaten Bekasi.

“Saya sampaikan semua dinas saat ini adalah dinas kesehatan, semua ASN adalah relawan Covid-19. Apapun sektornya, apapun bidangnya lakukan yang bisa dilakukan untuk penanganan Covid-19 baik dari sisi 3 M atau 3 T,” jelas Pj Bupati Bekasi.

Dani menilai, semua bagian yang ada di dinas atau kecamatan bisa melakukan kegiatan sebagai relawan Covid-19. Apalagi, butuh kebersamaan untuk mengurangi angka penyebaran kasus aktif virus tersebut agar terus berkurang di wilayah Kabupaten Bekasi.

 

Pj Bupati Bekasi juga menugaskan setiap dinas untuk menjadi Leader Official (LO) penanganan Covid-19 disetiap kecamatan. “Dinas-dinas saya tugaskan untuk menjadi LO disetiap kecamatan, jadi dinas A menjadi LO di kecamatan A untuk membantu para camat menanggulangi penyebaran Covid-19,” tambahnya.

Selain itu, Pj Bupati Bekasi mendorong kawasan industri menyiapkan tempat isolasi mandiri yang terpusat. Dan meminta anggaran tempat isolasi terpusat tersebut diambil dari dana CSR perusahaan.

Diharapkan penerapan PPKM Darurat di Kabupaten Bekasi cukup efektif menurunkan angka kasus positif Covid-19. Namun di sisi lain terjadi kenaikan kasus kematian dari pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah, yang kondisinya tidak memadai.

“Yang terpapar Covid-19 sebagian besar atau sekitar 80 persen adalah yang menjalani isolasi mandiri di rumah, yang tidak semuanya memadai, sehingga akhirnya terjadi penurunan kondisi, masuk rumah sakit sudah telat, sehingga terjadi naiknya angka kematian,” kata Dani, usai mengikuti rapat virtual bersama pengelola kawasan industri dan Apindo di Command Center Gedung Diskominfosantik Kabupaten Bekasi.

 

Karena itu, ungkap Dani, Pemerintah Kabupaten Bekasi, mengambil langkah untuk memfasilitasi pasien yang terpapar Covid-19 di tempat Isolasi secara terpusat.

Pemerintah saat ini telah berupaya menekan penyebaran Covid-19 dengan optimal, baik melalui optimalisasi pemberian vaksinasi kepada masyarakat, memberikan sanksi terhadap pelanggar aturan PPKM dan pemberian subsidi dan bantuan sosial kepada masyarakat.

Dengan segala upaya pemerintah tersebut, semua lapisan masyarakat dan para stakeholder seharusnya memberikan dukungan demi optimalnya melawan Covid-19. Dan upaya pemerintah akan sukses, bila semua pihak mendukung dengan bergotong royong.

Tidak kalah pentingnya, kita masyarakat juga harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, dan tidak perlu keluar rumah apabila tidak ada hal yang penting. Sebab, keberhasilan pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19 ini, menjadi kunci menuju suksesnya Indonesia menuju negara Indonesia yang maju, sejatera dan makmur serta berdaulat. Cha

Komentar