Pj Bupati Bekasi Hadiri  Sosialisasi Pembauran Kebangsaan Bersama Para Pelajar

Pemerintahan411 Dilihat

Cikarang,proaksinews – Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menghadiri acara sosialisasi pembauran kebangsaan bersama para pelajar SMA dan SMK se-Kabupaten Bekasi, yang digelar di Aula SMKN 1 Cikarang Barat, pada Rabu (04/10/2023).

Dani Ramdan mengatakan, para pelajar adalah generasi penerus yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Karena itu mereka harus disiapkan tidak hanya dibekali pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga wawasan kebangsaan.

“Karena mereka nanti yang akan menjadi penggerak utama, pemelihara Negara Kesatuan Republik Indonesia dan empat pilar lainnya yaitu, Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, UUD 1945 dan NKRI,” ujarnya.

Terkait pencegahan terhadap radikalisme dan tawuran pelajar, Dani menegaskan, perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada para pelajar, dengan dukungan para guru dan kepala sekolah di setiap sekolah di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Apabila masih melakukan tawuran, tentu kita adakan penindakan disiplin sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mulai dari disiplin di tingkat sekolah. Upaya ini untuk menciptakan lingkungan sekolah yang anti radikalisme, anti hoax, anti narkoba dan mencegah terjadinya tawuran pelajar,” ungkapnya.

Selain itu, Dani mengatakan, implementasi dari wawasan kebangsaan adalah turut serta melaksanakan hak politik pada Pemilu tahun 2024 bagi mereka yang sudah berusia 17 tahun.

“Ya, anak-anak sekolah yang usia 17 tahun juga mempunyai tangung jawab untuk melaksanakan hak politiknya pada Pemilu 2024 supaya masa depan bangsa kita ke depan bisa lebih baik,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Bekasi, KH. Ahmad Ghufron menyampaikan, FPK memiliki peran untuk sosialisasi tentang dasar-dasar ideologi bangsa, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan NKRI.

“Kami juga menampung aspirasi dari berbagai etnis atau suku, ras maupun budaya yang ada di Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Dirinya berharap kepada para pelajar di Kabupaten Bekasi agar menjauhi perilaku negatif seperti tawuran ataupun tindakan radikalisme yang lain.

“Pelajar ini diharapkan bisa menjaga keselarasan dengan pelajar-pelajar yang lain dan tidak melakukan tawuran, tidak ada hoax, tidak ada diskriminasi, serta mereka tahu tugas mereka adalah belajar dalam rangka menggapai cita-citanya,” katanya. (Clau).

Komentar