Plt Bupati Bekasi Himbau Masyarakat Disiplin Prokes Meskipun PPKM Level 1

Umum329 Dilihat

ProaksiNews, Cikarang – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Akhmad Marjuki menghimbau masyarakat agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes), meskipun saat ini Kabupaten Bekasi statusnya PPKM level 1.

Hal itu diungkapkan Plt Bupati Bekasi, Akhmad Marjuki, Jumat (19/11/2021). Menurut Plt Bupati, saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir, sehingga penerapan prokes jangan kendor. Sebab, pencegahan dari paparan Covid-19 menjadi paling utama.

“Saat ini pandemi belum berakhir, jangan kendor prokes. Sebab iitu tetap menjadi hal yang paling utama dalam pencegahan penyebaran Covid-19,” ujar Plt Bupati Bekasi.

Dikatakan Marjuki, pencegahan penularan Covid-19 tentunya tanggung jawab pemerintah, akan tetapi perlunya gotong royong juga seluruh pihak, termasuk seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu, kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi yang utama.

“Tentu kedisiplinan ini yang terus kami sosialisasikan ke masyarakat. Karena memang peran masyarakat ini penting dalam penanganan COVID-19,” katanya.

Plt Bupati menambahkan,  kedisiplinan masyarakat menerapkan prokes sejauh ini cukup berhasil dalam membantu upaya penanganan pandemi. Hal itu terlihat dari penurunan angka kasus aktif, hingga kenaikan jumlah ketersediaan fasilitas isolasi terpusat.

“Pemerintah pusat berdasarkan sejumlah indikatornya juga telah menetapkan wilayah kita sebagai salah satu daerah yang PPKM Level 1 nya diperpanjang namun bukan berarti keberhasilan itu menjadi akhir dari perjalanan Covid-19 di Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Diungkapkan Plt Bupati, keberhasilan menurunkan tingkat penularan Covid-19 ini harus terus dipertahankan. Pemkab Bekasi akan terus melakukan berbagai upaya, untuk menekan angka kasus aktif agar tidak kembali meningkat.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln  mengungkapkan, pihaknya terus berupaya menekan penurunan angka Covid-19, di antaranya dengan terus menyosialisasikan kepada masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan prokes.

Sosialisasi tersebut, ucap Henri, akan dibarengi dengan melakukan pengawasan terhadap mereka yang melanggar prokes.

“Seperti yang kami lakukan beberapa hari ini dengan mengecek tempat yang sering dijadikan masyarakat untuk berkerumun, itu dilakukan imbauan agar kembali ke rumah masing-masing. Jangan berkerumun. Kemudian masyarakat yang tidak mengenakan masker, kami edukasi bahwa masker ini sangat penting,” katanya.

Henri menambahkan, upaya pencegahan lainnya, yakni terus melakukan vaksinasi dengan gencar. Pola vaksinasi kali ini, tidak lagi dilakukan secara sentral namun mikro masif.

“Jadi vaksinasi tidak di satu tempat tapi disebar hingga ke titik-titik kecil, sampai tingkat RT tapi dilakukannya secara masif. Dengan begini masyarakat tidak perlu jauh untuk vaksin, karena ada di sekitar rumahnya,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil data di lapangan, vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Bekasi telah menyentuh hampir 90 persen. Sedangkan untuk dosis kedua telah lebih dari 50 persen.

Henri juga memastikan, pihaknya tetap menempatkan petugas di setiap lokasi penanganan kasus. Selain itu lokasi karantina pun tetap disiapkan untuk memfasilitasi pasien Covid-19.

“Jadi jika ada pasien, tidak perlu lagi isolasi mandiri tapi langsung ke karantina pusat. Lalu tracing, testing, dan tracking pun dilakukan dengan lebih masif,” imbuhnya.

Diharapkan, dengan sejumlah langkah ini, pihaknya meyakini kasus aktif Covid-19 akan tetap terkendali.

“Jangan lupa kuncinya juga yaitu kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan,” bebernya. Cha.

Komentar