Polda Banten Tangkap 4 Pelaku Penyuntikan Tabung Gas

TNI/Polri676 Dilihat

Serang, proaksinews – Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Banten menangkap 4 pelaku penyuntikan tabung gas LPG 3 Kg ke tabung gas LPG 12 Kg pada Senin (11/09/2023), sekitar pukul 21.00, di Tanah Lapang di Perumahan Grean Royal Desa Rangkasbitung Timur Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Para pelaku yang diamankan masing-masing berinisial ; AR (37) pria asal Padurenan, Gunung Sindur, Kab. Bogor; EF (33) pria Muara Ciujung, Rangkasbitung, Kab. Lebak; MM (55) pria Solear, Kab. Tangerang; MD (47) pria, Tipar Raya, Jambe, Kabupaten. Tangerang.

Sedangkan Penyidik masih melakukan pengejaran terhadap 3 (tiga) daftar pencarian orang (DPO) yakni; ST (Pemilik Kegiatan), BD (Mandor Pengawas Lapangan), AN (Pemodal Kegiatan). Selasa, (19/09/23).

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Didik menyampaikan, Modus yang mereka gunakan ialah pelaku membeli tabung Gas 3 Kg dari wilayah Tangerang dan Wilayah Bekasi kemudian di kirim ke wilayah Lebak untuk di lakukan pemindahan (Penyuntikan) isi gas LPG 3 Kg ke tabung LPG 12 kg non subsidi yang masih kosong.

“Pemindahan isi gas itu dilakukan dengan menggunakan Selang dan Regulator Gas yang sudah dimodifikasi untuk mengisi penuh tabung gas 12 Kg non subsidi setidaknya mereka butuh 4 buah gas melon ukuran 3 Kg,” jelasnya.

Lanjut Kabid, motif para pelaku dalam melakukan tindak pidana tersebut untuk mendapatkan keuntungan. Terangnya.

Didik juga menjelaskan, Penangkapan dilakukan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Banten pada Senin (11/09/23), lalu sekitar pukul 21.00 Wib penyidik menemukan Sebanyak 1.208 tabung LPG yang diamankan oleh penyidik terdiri dari 901 tabung gas 3KG, terdiri dari 428 tabung berisi dan 473 tabung kosong, 307 tabung gas 12KG terdiri dari 106 tabung berisi, 201 tabung kosong.

“Turut juga diamankan 1 unit Truk Mitsubishi Fuso No.Pol F-9541-WA dan 5 Unit Kendaraan Suzuki Carry No.Pol. B-9689-WAE, No.Pol. B-9833-JAA, No.Pol. A-8336-FG, No.Pol. B-9833-JAA, dan No.Pol. A-8550-ZR, 3 buah selang dan regulator gas elpiji, 1 plastik segel gas elpiji, 1 buah gancu,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, dalam sehari pelaku dapat memindahkan isi tabung sebanyak 600 s.d. 900 buah tabung dan Pelaku mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 140.000,- (seratus empat puluh ribu rupiah) / 4 tabung ukuran 3 kg. Sehingga total keuntungan yang diperoleh pelaku sebesar Rp. 21.000.000,- s.d. Rp. 31.500.000,- / hari. Tambah Kabid Humas.

“Dari hasil pemeriksaan oleh penyidik terhadap tersangka, praktek penyuntikan gas subsidi ini telah berjalan sekitar 1 minggu dengan harga penjualan LPG oplosan dari tabung LPG 3 Kg ke tabung LPG 12 Kg dengan harga Rp213.000 sampai dengan Rp220.000 per tabung, yang mengakibatkan kerugian negara kurang lebih sebesar Rp300.000.000 dalam waktu 1 minggu. Paparnya.

Ia juga menjelaskan, Pasal yang disangkakan yakni Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

“Pasal 62 Jo Pasal 8 huruf b dan c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1e KUHPidana, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp.2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah),”Pungkasnya. (Peterson).

Komentar