Prihatin, Gedung SDN Kertajaya 1 Amblas dan Nyaris Roboh

Daerah278 Dilihat

ProaksiNews, Pandeglang – Sungguh memprihatinkan, gedung SDN Kertajaya 1 yang berada di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten amblas. Dampak amblasnya pondasi bangunan, mengakibatkan gedung SDN Kertajaya 1 nyaris roboh.

Bukan hanya amblas dan nyaris roboh, tembok dinding bangunan gedung SDN Kertajaya 1 tersebut temboknya juga sudah pada lapuk. Ironisnya, puluhan siswa dan siswi SDN Kertajaya 1 terpaksa harus belajar di gedung itu, karena tidak adanya bangunan lain.

Hal itu seperti yang dikeluhkan Kepala SDN Kertajaya 1, Suhaedi S.Pd M.MPd kepada ProaksiNews, Jumat (18/6/2021). Menurut Suhaedi, kondisi gedung sekolah saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Dan perlu segera ada perbaikan.

“Benar, gedung belajar yang ada ini kondisinya mengkhawatirkan” kata Suhaedi.

Dikatakan Suhaedi, pihaknya sudah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan gedung kepihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang. Namun hingga kini belum juga ditanggapi.

“Kami sudah buat proposal dan diserahkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten, namun belum ada jawaban. Jadi kami masih terus menunggu,” ujarnya.

Menurut Suhaedi, kerusakan parah itu terlihat bagian dinding gedung sekolah. Hal ini sudah terjadi sejak dua tahun silam, saat terjadi gempa dan tsunami di Kecamatan Sumur.

Suhaedi menjelaskan, seharusnya dengan kondisi bangunan yang hampir roboh seperti itu, bisa menjadi perhatian penuh pemerintah karena keberadaan sarana pendidikan itu merupakan wadah untuk membina masa depan anak bangsa.

“Kerusakan sudah 2 tahun, namun belum juga ada perhatian pemerintah,” bebernya.

Suhaedi berharap, pihak Pemkab Pandeglang bisa lebih proaktif memantau kondisi infrastruktur dan fasilitas seluruh sekolah yang ada di daerah Kabupaten Pandeglang.

Sementara Heri, guru SDN Kertarajaya 1 mengaku, walaupun kondisi kelas yang digunakan para siswanya dinilai sudah tak layak seperti itu. Namun, mau tidak mau proses belajar mengajar harus tetap dijalankan, agar siswa tidak ketinggalan pelajaran.

“Gimana lagi, mau tak mau saya dan murid masih memakai ruangan kelas ini, karena pihak sekolah tidak memiliki ruang lain untuk kami tempati. Sekalipun kondisinya seperti ini,” ungkap Heri seraya menunjuk tembok yang sudah belah.

Diungkapkan Heri, ketika berlangsung proses belajar mengajar, dirinya dan seluruh murid harus tetap waspada, mengingat kondisi bangunan kelas juga sudah menunjukkan tanda-tanda akan roboh.

“Untuk sementara mungkin bisa kami gunakan, tapi bila nantinya dirasakan berbahaya, saya enggak tahu harus pindah ke kelas mana lagi,” imbuhnya. Par.

Komentar