Sampah Menumpuk di Implecement Cilincing, Kinerja PJLP Badan Air DKI Jakarta Dipertanyakan

Umum264 Dilihat

ProNews, Jakarta – Kinerja Badan Air DKI Jakarta dalam melaksanakan kinerjanya membersihan sampah yang berasal dari aliran air dipertanyakan. Pasalnya, hingga kini tampak sampah terihat menumpuk di Implecement Cilincing, Jakarta Utara.

Padahal Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Air, telah melakukan perekrutan tenaga kerja/pegawai melalui Penyedia Jasa Lainya Perorangan (PJLP) yang anggarannya digelontorkan dari APBD Provinsi DKI Jakarta. Demi melakukan pembersihan sampah yang berasal dari aliran air tersebut.

Namun ironisnya, PJLP yang telah di rekrut pihak Badan Air DKI Jakarta itu terkesan tidak melaksanakan kinerjanya. Begitu juga dengan pengawasan yang dilakukan Badan Air, terkesan tidak memadai dan membiarkan buruknya kinerja pengelolaan sampah tersebut.

Berdasarkan hasil pantauan tim dilokasi implecement Cilincing, sampah yang berasal dari aliran badan air tersebut kerap terlihat menumpuk dan berserak. Sehingga tampak tidak ada dilakukan pembersihan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber yang layak dipercaya menyebutkan, sampah yang menumpuk di inplacement itu berasal dari aliran badan air di daerah Cilincing menumpuk. Dan seharusnya, sampah yang ada di inplacement itu di angkut melalui truk yg di muat oleh alat berat Escavator.

Kemudian sampah yang telah dimuat itu di kirim ke pembuangan sampah yang ada di TPA Bandar Gebang, Kota Bekasi. Bukannya dibiarkan menumpuk seperti itu.

“Harusnya setelah setelah sampah di muat ke truck, dibawa ke TPA Bantar Gebang. Jangan dibiarkan begitu saja,” ujar sumber yang enggan namanya disebutkan.

Ironisnya lagi, ungkap sumber menambahkan, meskipun setiap hari terlihat selalu banyak sampah yang menumpuk dilokasi inplacement Cilincing, akan tetapi para PJLP badan air banyak terlihat hanya berkumpul dan nongkrong belaka.

Bahkan, ada yang hanya sekedar mondar-mandir belaka. Selain itu, ada juga para PJLP yang hanya duduk-duduk dan bersantai dilokasi kerja.

“Anehnya, meskipun sampah banyak menumpuk, namun para PJLP terlihat hanya nongkrong dan monda-mandir belaka,” ungkap sumber.

Sumber Proaksi itu menambahkan, ironisnya lagi, ada sekitar 4 orang yang berkeja sebagai admin. Namun kinerjanya hanya sebatas mengurus segala laporan harian dan absensi, sehingga terkesan hanya membebani APBD Pemprov DKI Jakarta belaka, sebab setiap awal bulan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menggelontorkan anggaran membayar gaji.

Sehingga kinerjanya sangat dipertanyakan, apalagi sampai berjumlah 4 orang. Sebab, meskipun banyak penumpukan sampah, para pekerja admin hanya santai dan nongkrong di inplacement.

Untuk itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta diharapkan bisa turun langsung melakukan sidak ke inplacement Cilincing, dan melihat kinerja para PJLP. Terlbih, hal seperti ini  telah lama berlangsung, sehingga ada kesan pembiaran.

“Kadis LH Pemprov DKI Jakarta seharusnya melakukan sidak, sehingga bisa melihat kinerja para PJLP dan tumpukan sampah,” imbuh sumber.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas LH Pemprov DKI Jakarta belum bisa diminta keterangannya. Tum.

Komentar