Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi Rapid Test Antigen Pemudik di Pos Penyekatan Kedungwaringin

Umum315 Dilihat

ProaksiNews, Cikarang – Sebanyak ratusan pemudik yang akan kembali ke daerahnya di Bekasi dan Jakarta melalui Pos Penyekatan Kedungwaringin dilakukan rapid tes antigen oleh Satuan Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Bekasi.

Rapid tes antigen tersebut dilakukan langsung oleh tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi yang bekerjasama dengan pihak TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP di lokasi penyekatan Kedungwaringin.

Tampak lebih dari 30 petugas medis gabungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dan Puskesmas mengecek kesehatan para pemudik sebelum melanjutkan perjalanan menuju tempat tinggalnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupeten Bekasi, Sri Enny Mainiarti mengungkapkan, rapid test antigen bagi pemudik tersebut merupakan kegiatan bersama dari pusat, Polda Metro Jaya, pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota.

“Ini merupakan salah satu upaya dalam kesiapan masyarakat sebelum kembali bekerja. Karena kemarin sudah keburu pulang ke daerah masing- masing. Sebelum balik kesini (Kabupaten Bekasi), biar bekerja dengan baik. Saya yakinkan semua dalam kondisi sehat, agar tidak ada penyebaran Covid -19 kalau ternyata konfirmasi positif,” ujarnya.

Dikatakan Sri Enny, tes rapid antigen akan dilakukan hingga 24 Mei 2021. Bahkan menurutnya, apabila peningkatan pemudik masih terjadi, pihaknya akan menambah tenaga medis guna memaksimalkan pelaksanan rapid test antigen.

“Bila masih mengalami peningkatan pemudik, maka akan ada penambahan tenaga medis,” imbuhnya.

Sri Enny mengungkapkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi telah menyiapkan sebanyak 20 ribu alat swab tes antigen untuk  untuk pelaksanaan rapid kepada para pemudik.

“Sejumlah pemudik yang baru tiba ini langsung menjalani tes swab antigen yang dilakukan petugas gabungan, untuk memastikan kondisi kesehatan para pemudik. Langkah tersebut guna menekan penyebaran Covid-19. Jika hasil tes menunjukan positif, petugas akan merekomendasikan pemudik ke ruang isolasi,” kata Sri Enny. Cha.

Komentar