Tanggulangi Covid-19, Jawa Barat Buka Pendaftaran Relawan Medis 

Umum383 Dilihat

ProNews, Bandung — Demi menanggulangi Covid-19, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) melalui PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar) membuka rekrutmen relawan medis. Rekrutmen relawan medis itu untuk penanganan Covid-19 di Kota Depok.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat, Setiaji mengatakan, pendaftaran relawan dibuka hingga 31 Oktober 2020.

Pendaftaran relawan medis dibuka setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar dan Kota Depok mengajukan agar pendaftaran relawan dilakukan untuk mempercepat penanganan Covud-19,” kata Setiaji.

Formasi relawan medis yang dibutuhkan tersebut, mulai dari tenaga teknis kefarmasian, radiografer, fisioterapi, dokter telekonsultasi, perawat (S1 Ners), tenaga apoteker, tenaga sanitasi lingkungan, nutrisionis, perawat (D3 keperawatan), dokter umum, dan ahli teknologi laboratorium.

Warga Jabar maupun luar Jabar yang tertarik bisa melihat detail tugas, kriteria relawan, metode briefing, hingga perlengkapan relawan di keterangan masing-masing formasi dengan mengakses fitur Daftar Relawan pada aplikasi maupun website PIKOBAR atau mengunjungi http://indorelawan.org/p/pikobar.

Dikatakan Setiaji, tahapan pertama rekrutmen adalah pengisian formulir (screening). Setelah itu, pendaftar akan melakukan wawancara dengan Dinkes Jabar maupun Dinkes Kota Depok. Formasi relawan sendiri ditentukan sesuai kebutuhan lapangan.

“Daerah lain pun dapat membuka pendaftaran relawan medis melalui PIKOBAR dengan mengajukan permohonan,” ujarnya.

Setiaji pun mengajak warga Jabar yang memenuhi kriteria sebagai relawan medis di Kota Depok bisa untuk mendaftarkan diri. Sebab, kata Setiaji, pandemi Covid-19 merupakan masalah bersama.

Oleh karena itu, ungkap Setiaji menambahkan, dibutuhkan kerja sama dan keterlibatan semua pihak, baik pemerintah dan masyarakat, untuk menangani pandemi COVID-19 bersama-sama.

“Harapannya dengan rekrutmen ini, kami bisa mengajak masyarakat untuk bahu-membahu bersama kami untuk dapat menangani pandemi ini,” imbuhnya.

Setiaji mengungkapkan, pandemi COVID-19 adalah perang bersama. Sehingga, tugas berperang membela negara tak hanya tugas pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat atau siapa pun dengan caranya masing-masing.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil pernah berkata bahwa bela negara di tengah pandemi COVID-19 bisa melalui bentuk bantuan atau harta, tenaga, dan ilmu,” bebernya. red/hms.

Komentar