Tidak Ada Laporan KIPI, Vaksin Covid-19 Aman Bagi Masyarakat 

Nasional248 Dilihat

ProaksiNews, Jakarta – Masyarakat yang akan melakukan vaksinasi Covid-19 tidak perlu merasa khawatir terhadap efek samping vaksinasi. Sebab, hingga saat ini belum ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) akibat vaksin Covid-19.

Sehingga program vaksinasi Covis-19 yang mulai dijalankan pemerintah kepada tenaga kesehatan setelah Presiden Joko Widodo mendapatkan vaksinasi pertama kali pada, Rabu (13/1/2021) lalu sangat aman.

Hal ini jadi tonggak upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi rakyat Indonesia serta mengurangi laju penularan Covid19 yang menimbulkan kesakitan dan kematian bagi rakyat Indonesia. Masyarakat juga dihimbau untuk berpartisipasi serta tidak mengkhawatirkan dampak serius dari vaksin Covid-19.

“Alhamdulillah sampai saat ini, Jumat (15/1/2021) belum ada laporan KIPI serius yang terjadi, jadi apabila ada kejadian yang tidak diinginkan atau kejadian luar biasa masyarakat harus melapor ke fasilitas kesehatan. Nanti laporan dicatat dan akan ditindaklanjuti
Komisi Daerah dan Komisi Nasional KIPI yang merupakan komite independen dalam mengkaji hal ini,” terang Prof. DR. Dr. Hindra Irawan Satari, SpA(K), MTropPaed Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI).

Dikatakan Prof. Hindra, mengenai KIPI bahwa hal ini merupakan dampak alamiah dari produk vaksin. Hal ini karena vaksin merupakan produk biologis, sehingga apabila masuk kedalam tubuh manusia akan menimbulkan reaksi ditempat suntikan.

“Vaksin ini merupakan produk biologis, sehingga pada waktu dimasukkan ke dalam tubuh maka reaksi alamiahnya adalah memang menimbulkan reaksi lokal di tempat suntikan berupa kemerahan, pegal, bahkan timbulkan demam, namun data menunjukkan gejala-gejala tadi jumlahnya kurang dari 1 persen dan bisa hilang dengan sendirinya,” terangnya.

Lebih lanjut, Prof. Hindra Irawan menyampaikan rasa syukurnya karena program vaksinasi telah berjalan. Kita patut bersyukur kepada Allah S.W.T, selain kita berikhtiar menjalankan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), serta melakukan 3T: (tes, telusur, dan tindak lanjut).

“Untungnya para ahli mencari upaya tambahan berupa vaksinasi untuk mencegah dan memberikan kekebalan dan sudah terbukti vaksin berhasil mengeradikasi penyakit cacar, mengeliminasi campak, dan tetanus neonatorum serta penyakit menular lainnya,” ungkapnya.

Prof. Hindra juga meyakinkan, bahwa vaksin Covid-19 sudah teruji keamanan dan efikasinya. Vaksin ini sudah kita uji baik di luar negeri maupun di dalam negeri dan hasilnya telah kita peroleh sehingga memberikan tambahan perlindungan yang cukup bagi kita dan melengkapi usaha-usaha pencegahan yang kita lakukan.

Menanggapi banyaknya masyarakat yang masih khawatir dengan efek dari vaksin Prof. Hindra berpendapat, bahwa masyarakat takut divaksinasi akibat banyaknya berita yang tidak benar terkait vaksinasi.

“Saya kira masyarakat takut divaksinasi karena ada berita tidak benar terkait vaksin Covid-19 ini, masyarakat sebetulnya tidak perlu khawatir dan jangan mudah percaya berita hoaks yang beredar terutama berita terkait vaksin yang mampu berdampak serius. Badan Pengawas Obat dan Makanan tidak mungkin memberikan izin penggunaan apabila vaksin Covid-19 terbukti tidak aman,” pungkasnya. Cha.

Komentar