Tragis, Nenek Pulung Bersama Cucu Tinggal di Gubuk Tidak Layak huni

Daerah378 Dilihat

ProaksiNews, Pandeglang – Tragis, hidup yang dialami Nenek Pulung. Betapa tidak, warga yang bermukim di Kampung Haseum, Desa Cigorondong, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten ini harus tinggal di Gubuk reot yang tidak layak huni.

Nenek Pulung yang diperkirakan berumur 70 tahun ini, hidup berdua bersama cucunya yang masih berumur 8 tahun di gubuk berukuran 4MX6M di Kampungnya.

Dalam gubuk yang sangat kecil tersebut, terlihat hanya ada sebuah tempat tidur yang beralaskan tikar dan kasur kapuk yang sudah usang. Bahkan, didalam gubuk itu, tempat untuk memasak Nenek Pulung hanya ada tungku.

Dan disudut ruangannya, hanya tampak tumpukan kain, sehingga menambah kesan kehidupan yang sangat tidak layak. Sementara untuk makanan kesehariannya, Nenek Pulung hanya mengandalkan pemberian orang yang iba.

Lebih memprihatinkan lagi, saat hujan turun, gubuk tempatnya tinggal digenangi air. Hal itu karena atap tempat tinggalnya sudah pada bocor, sehingga saat turun hujan, Nenek malang ini kedinginan. Namun, hal itu tetap dijalani Nenek Pulung, karena tidak ada pilihan dan bertahan.

Lebih memprihatinkan lagi, Cucunya yang kini duduk di sekolah dasar ini telah yatim piatu karena kedua orangtuanya meninggal saat masih usia balita.

Hasil pantauan ProaksiNews, Nenek Pulung yang sudah tidak bisa bekerja lagi ini, bertahan hidup hanya dari pemberian kerabat dan tetangganya.

Namun, meskipun hidupnya sangat memprihatinkan, Nenek Pulung tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari program pemerintah. Baik itu BPNT, PKH dan bantuan lainnnya.

Pengakuan Nenek Pulung, dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan pemerintah. Meskipun ada sejumlah program pemerintah, yang digelontorkan Presiden Joko Widodo.

“Saya tidak pernah mendapatkan bantuan pemerinta,” kata Nenek Pulung dengan nada lirih saat dikunjungi ProaksiNews di gubuknya, Senin (24/05/2021).

Nenek Pulung dan cucunya berharap, mendapatkan bantuan dari pemerintah dsri sejumlah program yang digelontorkan. Dan mengharapkan bantuan dari para dermawan, agar mendapatkan rumah layak huni.

Kepala Desa Cigorondong, Aljani saat di konfirmasi ProaksiNews melalui fasilitas WhatsApp mengaku, bahwa Nenek tinggal di wilayahnya. Namun, ungkap Aljani, karena Nenek Pulung tidak memiliki KTP dan KK, maka tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Dikatakan Aljani, syarat untuk mendapatkan bantuan pemerintah adalah identitas diri. Karena tidak memiliki KTP dan KK, Nenek Pulung mendapatkan bantuan.

“Nenek Pulung tidak memiliki KTP dan KK, sehingga tidak bisa mendapatkan bantuan pemerintah,” ujar Aljani.

Menurut Aljani, pihaknya telah melaporkan keadaan Nenek Pulung kepihak dinas terkait, agar mendapatkan bantuan rumah layak huni. Namun, hingga saat ini belum juga di realisasi.

“Saya sebagai Kades bertanggung jawab untuk membantu Nenek Pulung, meskipun harus gotong royong dengan warga,” ungkapnya.

Kades Cigorondong ini berharap, Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan pusat agar kiranya bisamembantu meringankan beban hidup nenek Pulung dan cucunya yang masih kecil. Teelebih kini sangat membutuhkan biaya pendidikan.

“Saya berharap pemerintah daerah dan pusat, memberikan bantuan kepada Nenek Pulung,” imbuhnya. Par.

Komentar