Wali Kota Bekasi Hadiri Peletakan Batu Pertama Gedung Pasraman dan Serbaguna Pura Agung Tirta Bhuana

Umum431 Dilihat

ProaksiNews, Bekasi – Wali Kota Bekasi Dr H Rahmat Effendi hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pasraman dan serbaguna di lingkungan Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi, Rabu (20/10/2021).

Turut hadi dalam kegiatan tersebut, Kepala  Kesbangpol Kota Bekasi, Cecep Suherlan, Camat Bekasai Barat, Maka Nachrowi, Lurah Jaka Sampurna, Edi Junaedi dan Ketua PHDI Kota Bekasi, Gusti Made Ruditha, Ketua Yayasan Tri Bhuana Made Prinsip, Ketua Banjar Bekasi I Made Darmayusa serta Ketua Panitia Pembangunan, I Made Sujana.

Peletakan batu pertama menandai proses pembangunan Gedung Pasraman dan serbaguna yang merupakan komitmen PHDI Kota Bekasi, Banjar Bekasi dan Yayasan Tirta Bhuana Bekasi untuk menciptakan sarana belajar dan pelatihan yanng unggul bagi masyarakat Hindu di Kota Bekasi dan sekitarnya.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi pada kegiatan itu menyampaikan, bahwa kegiatan merupakan salah satu bentuk dan wujud hadirnya pemerintah untuk semua golongan anak bangsa yang ada di Kota Bekasi. Dan pemerintah berdiri di berbagai golongan, agama dan suku bangsa yang ada di Kota Bekasi. m

Hal ini, ungkap Wali Kota, menjadi wujud dari harmonisasi yang telah terajut di Kota Bekasi, agar seluruh masyarakat di Kota Bekasi terus merawat kerukunan serta keharmonisan.

”Mari bersama kita jaga dan terus  rawat kerukunan dan keharmonisan”, ujar Wali Kota.

Pantauan dilokasi, kegiatan ritual dipimpin langsung oleh Ida Peranda Gde Putra Sidemen dari Grya Ciledug, dan melibatkan semua unsur organisasi keumatan dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang baik.

Ketua  yayasan Tirta Bhuana, Made Prinsip mengatakan, kemajuan bangsa Indonesia sangat bergantung pada kolaborasi keterlibatan seluruh anak bangsa, termasuk masyarakat Hindu Indonesia.

“Semoga kehadiran gedung ini dapat menjadi ruang belajar yang baik untuk para pelajar dalam membangun Indonesia Modern,” katanya.

Sementara Ketua PHDI Kota Bekasi, Gusti Made Ruditha mengatakan, keberadaan gedung Pasraman dan gedung serbaguna yang layak dan memadai sangat dibutuhkan umat Hindu di Bekasi dalam rangka menyiapkan fasilitas pendidikan informal agama Hindu.

”Dengan pertimbangan mengatasi kesulitan mendapatkan nilai bagi siswa-siswi yang sekolahnya tidak menyiapkan agama hindu”, ujar Rudhita.

Seiring dengan perkembangan umat hidu di Kota Bekasi maka keberadaan gedung serbaguna bagi siswa-siswi Hindu mulai dari SD, SMP dan SMA peserta didik yang awalnya hanya 60 sampai 80 orang, maka kini di tahun 2020 berkembang menjadi 523 orang.

Dari dukungan Pemda Kota Bekasi, lembaga pemerintah dan para donatur diharapkan bangunan gedung ini dapat selesai dan beroperasi diakhir tahun 2023. Area gedung pasraman dan serbaguna juga menjadi ruang kumpul dan pusat kegiatan sosial keagamaan di wialyah Bekasi, berbagai kegiatan seperti bazaar dan kegiatan sosial akademi telah dirancang untuk dijalankan secara rutin di lokasi ini. Hans/ADV.

Komentar