KOTA BEKASI, Proaksinews – Borsak Sirumonggur Sihombing Lumban Toruan (BSSLT) Bekasi Raya menegaskan komitmennya menjaga persatuan, soliditas, dan kemandirian organisasi. Sikap tersebut disampaikan melalui deklarasi pernyataan sikap yang dipimpin Ketua Umum BSSLT Bekasi Raya, Ir. Sundung Sihombing, dalam rangka mencegah segala bentuk adu domba yang berpotensi memecah belah persaudaraan.
Deklarasi tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam acara pembubaran panitia pengukuhan BSSLT Bekasi Raya yang berlangsung sederhana di Lapo Internasional, Kota Bekasi, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan itu dihadiri Badan Pengurus Harian, jajaran penasihat, serta pengurus sektor se-Bekasi Raya. Selain menjadi ajang silaturahmi dan syukuran, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi dan menyatukan komitmen seluruh elemen organisasi.
Ketua Umum BSSLT Bekasi Raya, Ir. Sundung Sihombing, didampingi Koordinator Penasihat Wilson Sihombing, memimpin langsung deklarasi pernyataan sikap bersama. Pesan yang ditekankan cukup jelas: perbedaan pandangan tidak boleh menjadi pintu masuk bagi perpecahan organisasi.
Menurut Sundung, dinamika dan perbedaan pendapat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan organisasi, terlebih dalam menjalankan prinsip demokrasi. Namun, perbedaan tersebut harus diselesaikan melalui mekanisme yang sehat, bukan justru dipelihara menjadi konflik berkepanjangan.
“Perbedaan pendapat sah-sah saja, sebab itu merupakan bagian yang wajar dalam proses demokrasi. Namun, setelah keputusan ditetapkan, seluruh elemen harus kembali merapatkan barisan,” tegas Sundung.
Ia juga menekankan pentingnya membangun organisasi yang mandiri. Kemandirian bukan berarti berjalan sendiri-sendiri, melainkan memiliki kesadaran untuk menjalankan tanggung jawab, mengambil inisiatif, dan mencari solusi sesuai tugas serta peran masing-masing, tanpa kehilangan arah dari tujuan bersama.
Lebih jauh, BSSLT Bekasi Raya mendorong agar nilai-nilai luhur budaya Batak, khususnya Dalihan Na Tolu, terus disosialisasikan dan diterapkan dalam kehidupan berorganisasi.
Falsafah tersebut dinilai memiliki relevansi kuat dalam membangun hubungan persaudaraan, menjaga keseimbangan sosial, serta mengedepankan musyawarah dan mufakat ketika menghadapi perbedaan maupun perselisihan.
Di tengah perkembangan era reformasi dan globalisasi, nilai-nilai kearifan lokal tidak seharusnya berhenti sebagai simbol budaya atau sekadar warisan leluhur. Sebaliknya, nilai tersebut perlu diwujudkan dalam perilaku nyata, termasuk dalam menyikapi perbedaan pendapat dan menyelesaikan persoalan internal organisasi.
Prinsip sinergi dan solusi menjadi penting agar setiap persoalan tidak berkembang menjadi pertentangan yang merusak hubungan persaudaraan.
Melalui penerapan Dalihan Na Tolu, setiap unsur organisasi diharapkan mampu menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Musyawarah dan mufakat harus menjadi jalan utama, bukan saling menyalahkan atau membangun sekat antarpengurus.
Sementara itu, Ketua Panitia, Mutiha Sihombing, SH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota panitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara pengukuhan BSSLT Bekasi Raya pada 17 Oktober 2026 di Kota Bekasi.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan pengukuhan tidak terlepas dari kekompakan, semangat gotong royong, serta partisipasi seluruh pihak yang terlibat.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan maupun hal-hal yang kurang berkenan.
“Kami atas nama panitia mohon maaf yang sebesar-besarnya, dan mohon doa juga semoga seluruh panitia yang telah berkontribusi ini diberi ilmu manfaat dan rezeki berlimpah dari Tuhan Yang Esa,” ujar Mutiha.
Pembubaran panitia tersebut sekaligus menandai berakhirnya tugas kepanitiaan setelah sukses menggelar pengukuhan organisasi. Namun, semangat kebersamaan yang telah terbangun diharapkan tidak berhenti bersama berakhirnya tugas panitia.
Lebih dari sekadar seremoni pembubaran, pertemuan tersebut membawa pesan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari keberhasilan menyelenggarakan kegiatan, tetapi juga dari kemampuan menjaga persatuan, menyelesaikan perbedaan, dan membangun kepercayaan di antara seluruh anggotanya.
BSSLT Bekasi Raya diharapkan mampu menjadikan deklarasi tersebut sebagai komitmen bersama yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Sebab, organisasi yang kuat bukan organisasi tanpa perbedaan, melainkan organisasi yang mampu mengelola perbedaan tanpa kehilangan persaudaraan. (Binsar S/Red).






Komentar