Lantik Pengurus Baru, BSSLT Bekasi Raya Perkuat Adat dan Persaudaraan

Umum14 Dilihat

Kota Bekasi, Proaksinews – Pengurus baru Borsak Sirumonggur Sihombing Lumban Toruan Boru/Bere (BSSLT) Bekasi Raya periode 2026–2030 resmi ditetapkan melalui musyawarah mufakat. Sundung Sihombing dipercaya menjadi ketua umum dengan tantangan memperkuat persaudaraan, menjaga kelestarian adat Batak, serta membangun organisasi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penetapan kepengurusan tersebut berlangsung dalam kegiatan partangiangan atau doa bersama yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus di Gedung Serba Guna HKBP Jati Asih, Kota Bekasi, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini dihadiri sekitar 750 peserta dari berbagai sektor wilayah BSSLT Bekasi Raya.

Sundung Sihombing (Ketua Umum BSSLT Boru-Bere Bekasi Raya)

Sundung Sihombing
(Ketua Umum BSSLT Boru-Bere Bekasi Raya).

Mengusung tema “Sahata Saholot Marsada Roha di Bagasan Kristus” yang berarti sehati sepikir di dalam Kristus, berdasarkan Filipi 2:2, acara tersebut menegaskan pentingnya persatuan, kerendahan hati, dan kepedulian antarsesama anggota.

Subtema yang diangkat adalah membangun punguan atau perkumpulan BSSLT dengan sehati sepikir dan seia sekata demi kemuliaan Tuhan.

Ketua Panitia Mutiha Sihombing mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus meningkatkan kekompakan anggota.

“Harapan kami ke depannya punguan ini lebih kompak lagi, saling bahu-membahu, rendah hati, dan selalu berdamai. Untuk acara berikutnya, kami berharap bisa lebih meriah lagi,” ujar Mutiha.

Ketua Umum BSSLT Bekasi Raya terpilih, Sundung Sihombing, menegaskan bahwa kepengurusan baru tidak boleh berhenti pada pergantian struktur organisasi maupun penyampaian janji. Menurut dia, pengurus harus mampu menunjukkan kontribusi nyata melalui program kerja yang bermanfaat.

Ia mengingatkan bahwa BSSLT merupakan organisasi sosial yang berlandaskan nilai kekeluargaan dan adat istiadat. Karena itu, orientasi kepengurusan harus diarahkan pada penguatan solidaritas, pelestarian budaya, serta kepedulian terhadap masyarakat.

“Saya berharap pengurus dan para penasihat yang baru dapat memberikan karya nyata, bukan hanya karya kata-kata. Perlu diingat, organisasi yang kita jalani ini adalah organisasi sosial dan adat istiadat, bukan seperti organisasi massa lainnya,” tegas Sundung.

Pernyataan tersebut menjadi tantangan bagi kepengurusan periode 2026–2030 untuk menerjemahkan semangat persaudaraan menjadi program yang terukur. Kekompakan, menurut semangat yang disampaikan dalam acara tersebut, perlu diwujudkan melalui kerja bersama, komunikasi yang sehat, dan kesediaan mengesampingkan kepentingan pribadi.

Sundung juga menyoroti tantangan globalisasi yang dinilai dapat memengaruhi nilai dan identitas generasi muda. Ia mengajak seluruh anggota menjaga nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan Pancasila tanpa meninggalkan akar budaya leluhur.

“Kita tahu globalisasi banyak menggerus ideologi, yang kadang bertentangan dengan jiwa yang dimiliki bangsa kita, yang berlandaskan Pancasila sebagai ideologi negara. Untuk itu, menjadi kewajiban kita bersama memajukan organisasi ini serta berguna kepada masyarakat,” katanya.

Selain memperkuat organisasi, Sundung menempatkan regenerasi sebagai salah satu hal penting bagi keberlanjutan BSSLT Bekasi Raya. Ia menilai generasi mendatang perlu mendapatkan ruang untuk terlibat, membangun kepedulian, dan meneruskan nilai-nilai persaudaraan serta adat istiadat.

Ia mengajak anggota menghilangkan rasa dengki dan iri hati yang berpotensi merusak hubungan kekeluargaan. Sebaliknya, perbedaan pandangan harus dikelola menjadi kesempatan untuk melahirkan gagasan dan inovasi bagi kemajuan perkumpulan.

Menurut Sundung, kemampuan melihat persoalan sebagai peluang perbaikan menjadi bagian penting dalam membangun sistem kerja organisasi yang lebih baik.

“Mari kita bersatu padu, saling menguatkan dan saling mendukung untuk memajukan perkumpulan kita ini ke depan dan seterusnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengurus baru berkomitmen mengupayakan berbagai langkah terbaik untuk kemajuan BSSLT Bekasi Raya. Namun, keberhasilan program kerja membutuhkan dukungan seluruh anggota serta ide-ide konstruktif yang dapat diterapkan secara nyata.

Berdasarkan hasil musyawarah mufakat, kepengurusan BSSLT Bekasi Raya periode 2026–2030 dipimpin Sundung Sihombing sebagai ketua umum.

Posisi wakil ketua umum dipercayakan kepada Krimson Sihombing dan Mangulahi Sihombing. Sementara itu, Efendi Sihombing menjabat sekretaris umum, Elister Sihombing sebagai wakil sekretaris, dan Henriko Situmorang sebagai bendahara umum.

Adapun jajaran penasihat berasal dari dua kelompok Pomparan Oppung, yakni Huta Gurgur dan Hariara.

Penasihat dari kelompok Huta Gurgur terdiri atas Wilson Sihombing, Saeki Sihombing, Eben Ezer Sihombing, Mutiha Sihombing, Tumpal Sihombing, Robertus Sihombing, Jonri Sihombing, Robinson Sihombing, dan Makmur Sihombing.

Sementara itu, penasihat dari kelompok Hariara terdiri atas Prof. Dr. Tanggor Sihombing, Tunggul Sihombing, Sampur Sihombing, Saungkilon Sihombing, Melanthon Sihombing, Baktiar Sihombing, dan Binsar Sihombing.

Sundung menyampaikan terima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap dukungan yang sama dapat terus terjaga selama masa kepengurusan berlangsung.

Kegiatan yang berjalan lancar, aman, dan tertib itu ditutup dengan sesi foto bersama pengurus serta perwakilan BSSLT dari berbagai sektor wilayah Bekasi Raya. Acara juga diakhiri dengan menyanyikan lagu O Tano Batak sebagai ungkapan kecintaan terhadap tanah leluhur.

Melalui kepengurusan baru ini, BSSLT Bekasi Raya dihadapkan pada agenda penting: menjaga persatuan keluarga besar, melestarikan warisan budaya Batak, serta memastikan organisasi sosial tersebut terus relevan dan bermanfaat bagi generasi sekarang maupun mendatang. (Binsar JS).

Komentar