Damkar Bekasi Asah Keterampilan Petugas Lewat Skill Competition

Pemerintahan4 Dilihat

Bekasi, Proaksinews – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi terus mematangkan persiapan pelaksanaan Freefighter Skill Competition Pemadam Kebakaran yang akan digelar pada 6 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi.

Hingga awal Agustus, seluruh persiapan kegiatan disebut telah mencapai sekitar 95 persen, mulai dari aspek teknis, koordinasi dengan pengelola kawasan industri hingga penataan lokasi pelaksanaan.

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Dunia Usaha, Disdamkar dan Penyelematan Kabupaten Bekasi, Syam Indradi, mengatakan kesiapan penyelenggaraan terus dimaksimalkan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sesuai rencana.

“Persiapannya sudah hampir 95 persen. Mulai dari penentuan lokasi, penyusunan layout, posisi panggung, jalur defile hingga batas arena sudah kami sepakati bersama pihak pengelola kawasan. Alhamdulillah seluruh tahapan berjalan sesuai rencana,” ujarnya saat ditemui dikantornya Jalan Teuku Umar.1, RW No.2, Gandasari, Kecamatan Cikarang Barat, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, koordinasi intensif dengan pengelola kawasan industri menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan kelancaran penyelenggaraan. Seluruh kebutuhan lapangan, termasuk sarana pendukung dan pengaturan alur kegiatan, telah dipersiapkan melalui perencanaan yang matang sehingga peserta dapat mengikuti kompetisi dengan aman dan nyaman.

“Untuk peserta, kami memiliki dua kategori perlombaan, yaitu K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) serta Hose Laying atau proses menggelar dan menyambungkan selang pemadam kebakaran untuk mengalirkan air dari sumber atau mobil pompa menuju titik api. Saat ini kategori K3 diikuti 39 tim, sedangkan Hose Laying diikuti 20 tim dengan masing-masing tim 5 oarang atau berjumlah sekitar 295 oarang. Di kategori K3 juga terdapat unsur masyarakat melalui Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar),” kata Syam.

Menurutnya, Freefighter Skill Competition menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi personel pemadam kebakaran yang berada di lingkungan perusahaan, baik di kawasan industri maupun perusahaan yang berada di luar kawasan. Melalui kegiatan tersebut diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat antartim pemadam kebakaran perusahaan di Kabupaten Bekasi.

“Pada dasarnya kegiatan ini merupakan latihan gabungan, namun kami kemas lebih modern menjadi Skill Competition. Tujuannya mengasah keterampilan petugas pemadam kebakaran perusahaan agar semakin siap menghadapi kondisi darurat, memiliki respons yang cepat, tanggap, serta mampu saling membantu lintas kawasan ketika terjadi bencana,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syam mengungkapkan pelaksanaan kegiatan yang semula dijadwalkan pada 5 Agustus akhirnya diputuskan berlangsung pada 6 Agustus 2026 setelah melalui hasil rapat bersama Pemerintah Kabupaten Bekasi. Perubahan jadwal tersebut sekaligus menyesuaikan rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi sehingga diharapkan semakin memeriahkan peringatan tersebut.

“Kami berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas. Seluruh petunjuk teknis, pola permainan hingga sistem penilaian sudah kami susun dengan jelas. Yang ingin kami bangun bukan mencari siapa yang paling hebat, tetapi membentuk pemadam kebakaran yang benar-benar terlatih. Karena pada prinsipnya, tidak ada pemadam yang hebat, yang ada adalah pemadam yang terlatih,” tegasnya.

Dalam kompetisi tersebut, peserta akan diuji melalui dua kategori utama yang telah mengacu pada standar perlombaan tingkat provinsi maupun nasional. Materi yang dilombakan meliputi keterampilan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pemadaman kebakaran, penggunaan selang pemadam (hose laying), hingga simulasi penyelamatan korban sesuai prosedur operasional standar (SOP).

“Di kategori Hose Laying terdapat unsur pemadaman sekaligus penyelamatan korban. Peserta harus mampu mengevakuasi korban dengan benar serta menjalankan tugas sesuai SOP. Setiap personel memiliki tanggung jawab masing-masing sehingga aspek keselamatan petugas maupun korban tetap menjadi prioritas utama,” terang Syam.

Selain memperebutkan gelar juara, panitia juga menyiapkan sembilan trofi sebagai bentuk apresiasi kepada peserta terbaik. Masing-masing juara 1, 2 dan 3 akan diberikan pada kategori K3 maupun Hose Laying, sementara trofi lainnya direncanakan sebagai penghargaan bagi tim pemadam terbaik tingkat kawasan industri.

Syam menambahkan, keberadaan tim pemadam kebakaran di setiap kawasan industri menjadi modal penting dalam memperkuat sistem penanggulangan kebakaran di Kabupaten Bekasi. Melalui kompetisi ini, kemampuan setiap tim dapat terus ditingkatkan sekaligus menjadi ajang berbagi pengalaman dan memperkuat koordinasi antarpersonel.

“Harapan kami kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi media edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pencegahan jauh lebih penting. Ketika petugas semakin terampil, api kecil dapat segera ditangani sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran besar. Bahkan tahun ini kami juga menambahkan simulasi penggunaan alat tradisional seperti karung goni agar masyarakat mengetahui berbagai alternatif penanganan awal kebakaran,” pungkasnya. (D.Z).

Komentar