TP2D Usul Pengusaha Lokal Dilibatkan Proyek Besar

Pemerintahan4 Dilihat

Bekasi, Proaksinews – Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Bekasi menargetkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bekasi mampu mencapai 7 persen, bahkan lebih. Target tersebut akan didorong melalui optimalisasi investasi, penguatan sektor swasta, serta pelibatan pelaku usaha lokal dalam berbagai proyek pembangunan.

Ketua TP2D Kabupaten Bekasi Abdul Kholik mengatakan, TP2D hadir untuk memberikan saran, masukan, dan rekomendasi strategis kepada kepala daerah dalam mempercepat pembangunan. Selain itu, TP2D juga melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program pembangunan tanpa mengambil alih fungsi pengawasan yang sudah menjadi kewenangan perangkat daerah, inspektorat maupun DPRD.

“TP2D bekerja secara kolektif. Kami memberikan saran tindak, rekomendasi, dan masukan langsung kepada kepala daerah terkait langkah-langkah percepatan pembangunan. Fokus kami adalah bagaimana pembangunan bisa berjalan lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya saat di wawancarai pada Senin (19/10/2026).

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama TP2D adalah mendorong pertumbuhan ekonomi domestik Kabupaten Bekasi hingga mencapai minimal 7 persen. Menurutnya, target tersebut membutuhkan strategi yang lebih progresif dengan mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.

“Target kita pertumbuhan ekonomi harus 7 persen, bahkan lebih. Caranya dengan mengoptimalkan dua kekuatan utama, yaitu sektor pemerintah melalui APBD dan sektor swasta yang memiliki potensi investasi sangat besar,” tegasnya.

Menurut Abdul Kholik, derasnya investasi yang masuk ke Kabupaten Bekasi harus mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat. Karena itu, pertumbuhan investasi tidak boleh hanya dinikmati perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga harus membuka peluang bagi koperasi, UMKM, dan pengusaha lokal.

Ia menilai, selama ini potensi keterlibatan pelaku usaha daerah dalam proyek-proyek berskala besar masih perlu diperkuat. Oleh sebab itu, TP2D mendorong konsep pembangunan ekonomi partisipatif melalui kemitraan strategis dan saling menguntungkan antara investor dengan pelaku usaha lokal.

“Kalau ada investasi besar masuk ke Kabupaten Bekasi, kita harus bisa menangkap peluang tersebut. Pengusaha lokal, koperasi, dan UMKM harus diberikan ruang untuk ikut berpartisipasi. Prinsipnya kemitraan harus strategis dan mutualisme, sehingga semua pihak mendapatkan manfaat,” jelasnya.

Abdul Kholik juga menekankan pentingnya regulasi daerah yang dapat menjadi landasan keterlibatan pengusaha lokal dalam proyek pembangunan, baik yang bersumber dari APBD maupun investasi swasta.

Sebagai contoh, perusahaan besar yang mengerjakan proyek pembangunan di Kabupaten Bekasi dapat didorong untuk melibatkan UMKM, koperasi, dan pengusaha daerah melalui skema kemitraan dengan persentase partisipasi tertentu.

“Misalnya ada proyek pembangunan senilai Rp25 miliar, perusahaan besar yang mengerjakan harus memiliki kewajiban melibatkan pengusaha lokal, UMKM, dan koperasi. Kalau bisa diatur melalui regulasi dengan porsi partisipasi minimal 30 persen, maka ada sekitar Rp7,5 miliar yang bisa menggerakkan usaha kecil dan menengah di daerah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keterlibatan tersebut harus tetap mengedepankan kualitas, profesionalitas, dan standar pekerjaan. Dengan demikian, kemitraan tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi seluruh pihak.

“Mutunya tidak boleh kurang, bahkan harus lebih tinggi. Kita ingin membangun ekosistem usaha yang sehat, saling menguntungkan, dan memberikan kesempatan kepada pengusaha lokal untuk berkembang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Abdul Kholik optimistis pesatnya pertumbuhan investasi di Kabupaten Bekasi dapat menjadi kekuatan besar dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.

Namun, investasi tersebut perlu dikelola melalui kebijakan yang mampu menghubungkan kepentingan pemerintah, investor, dan masyarakat setempat.

Melalui strategi tersebut, TP2D berharap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bekasi tidak hanya tercermin dari meningkatnya nilai investasi, tetapi juga dari terbukanya lapangan pekerjaan, berkembangnya UMKM, menguatnya koperasi, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian, investasi yang tumbuh pesat di Kabupaten Bekasi diharapkan tidak hanya menjadi angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi peluang nyata bagi pengusaha dan masyarakat lokal untuk ikut menikmati hasil pembangunan. (Clau).

Komentar