World Bank dan Kementerian PU Bahas TPST Kertamukti

Pemerintahan5 Dilihat

Bekasi, Proaksinews – Pemerintah Kabupaten Bekasi memperkuat komitmen untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui rehabilitasi dan optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kertamukti.

Komitmen tersebut disampaikan Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja saat menerima audiensi Kementerian Pekerjaan Umum bersama World Bank dalam agenda pembahasan kemitraan, manajemen kontrak, serta optimalisasi TPST Kertamukti di Ruang KH R. Ma’mun Nawawi, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Rabu (21/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Asep menyambut baik kunjungan World Bank bersama jajaran Kementerian PU dan tim pelaksana pendamping program Indonesia Solid Waste Management Project (ISWMP) ke Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk melakukan evaluasi, memperkuat koordinasi, sekaligus memastikan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi.

“Pemkab Bekasi berkomitmen mendukung optimalisasi TPST Kertamukti agar dapat beroperasi secara aman, efektif, dan berkelanjutan,” ujar Asep.

Asep menegaskan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada ketersediaan infrastruktur. Kesiapan kelembagaan, sumber daya manusia, pembiayaan, pemeliharaan peralatan, serta tata kelola yang baik juga menjadi faktor penting agar fasilitas pengolahan sampah dapat berfungsi secara optimal.

Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah terkait mencermati berbagai kendala yang masih dihadapi dalam pelaksanaan program ISWMP di Kabupaten Bekasi.

“Perkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan tim pendamping, serta pastikan setiap permasalahan ditindaklanjuti secara konkret dengan target penyelesaian yang jelas,” tegasnya.

Asep mengatakan, persoalan pengelolaan sampah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bekasi seiring meningkatnya kebutuhan terhadap sistem pengolahan sampah yang lebih terpadu dan berkelanjutan.

Selain optimalisasi TPST Kertamukti, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga tengah mendorong hadirnya fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah di daerah.

Ia berharap pengembangan berbagai fasilitas pengolahan sampah tersebut dapat dilakukan secara terintegrasi sehingga mampu mengurangi beban sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir sekaligus meningkatkan nilai manfaat dari pengelolaan sampah.

“Pastinya saya berharap pertemuan ini akan menghasilkan suatu kesepakatan mengenai langkah-langkah prioritas dan pembagian tanggung jawab yang terukur,” katanya.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, Asep berharap pelaksanaan program ISWMP di Kabupaten Bekasi dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Task Team Leader ISWMP World Bank David Adeyemi Aromokeye, Co Task Team Leader ISWMP World Bank Katelijn Van Den Berg, Kasubdit Perencanaan Program Anggaran Direktorat Sanitasi Kementerian PU, Kepala Balai PBPK Jawa Barat Muhammad Reva, unsur Kementerian Dalam Negeri, serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, World Bank, dan para pemangku kepentingan, optimalisasi TPST Kertamukti diharapkan dapat memperkuat kapasitas Kabupaten Bekasi dalam menangani persoalan sampah secara lebih aman, efektif, dan berkelanjutan. (Clau).

Komentar